pendiam, pemalu, perempuan pendiam, perempuan pemalu,

Tips Memulai Percakapan Untuk Si Pendiam & Pemalu - Halo semua.. Masih semangat terus jalani aktivitas di tengah pandemi ya. Jangan lupa perlengkapan new normal selalu di bawa dan jaga imunitas tubuh, supaya nggak gampang sakit. Oiya, olahraga juga jangan lupa ya. Santai boleh, tapi tetap waspada terhadap segala jenis virus yang menerjang, udah kaya badai aja ya, hehe..

Ngomongin soal santai nih, saya mau cuap-cuap sedikit tentang satu masalah yang pernah bahkan sering saya alami. Sebagai perempuan yang memiliki karakter pendiam dan pemalu, saya biasa mendapat perlakuan diabaikan, dianggap nggak ada, bahkan pernah dibilang sombong, mungkin karena sangking diamnya ya..

Jadi, sebenarnya saya di sini mau cuap-cuap kembali tentang masalah tersebut. Memang dari awal merantau sih bikin galau ya. Karena dengan image pendiam dan pemalu itu tadi jadi canggung buat berbaur.

Kekonyolan yang Cuma Dirasakan Si Pendiam & Pemalu

Ini nih supaya kalian semua tau, bahwa si pendiam dan pemalu pernah ngerasain hal-hal konyol di bawah ini, haha..

1. Paling sering ditanya, ''Kamu kok diam aja?''

Mohon maap nih ya, karena memang saya nggak biasa ngomong banyak apalagi memulai pembicaraan, terutama sama orang yang baru dikenal, bingung dah tu mau ngomong apa, hiks..

2. Padahal udah teriak, tapi..

Ini termasuk yang paling sering saya rasain gaes.. Saya pernah disuruh manggil tetangga, dengan jarak sekitar 4 meter. Padahal situasi sepi, siang hari, dan si tetangga ini lagi santai duduk di teras. Ada mungkin 3 kali saya panggil dengan teriak, tapi tetap aja dia nggak dengar. Entah memang dianya yang budek, atau saya yang kurang kencang teriaknya, Ya Allah.. Sampai dibilang, ''Duh, lembute suarane mbakyu.''

3. Seringnya nggak didengar, padahal udah mencoba ngomong banyak

Entah memang volume suara saya yang terlalu pelan, atau memang suara mereka terlalu kuat, entahlah. Setiap kali mencoba bicara lebih, tapi tetap tak didengar, hiks..

4. Sering dikatain sombong!

Mohon maap, saya itu bukannya sombong, beneran deh, cuma sedang mempersiapkan diri untuk beradaptasi aja. Sekaligus mengumpulkan nyali untuk berbaur, hihi..

Ya, begitulah pengalaman saya memiliki karakter pendiam dan pemalu. Sebenarnya masih banyak lagi sih hal-hal yang cuma dirasain sama si pendiam dan pemalu ini. Tapi sudahlah, sebuah keterpaksaan memang kalau harus mengubahnyaa. Makanya, saya coba untuk santaaaii.. Nggak terlalu pusing karena terlalu sering diabaikan, bahkan diabaikan di chat grup sekalipun, nahloo..

Tapi percayalah, teman-teman yang sudah mengenal dekat saya, saya pun bisa menjadi "gila", heboh, dan ceplas-ceplos. Saksi hidupnya adalah teman-teman sekolah dan saat ngampus dulu. Wah, bisa habis-habisan ngakak bareng deh, hihi..

Eh, satu hal aneh lagi, di lingkungan keluarga aja, sikap pendiam dan pemalu saya ini konsisten lho. Tapi, kalau sama teman-teman malah bisa ceplas-ceplos loh.. Anehkan, saya sendiri juga bingung, haha..

Memang karakter orang beda-beda ya. Intinya, asal bisa saling melengkapi, mengerti satu sama lain, dan pastinya tetap menghargai apapun keputusan masing-masing, kalau seandainya terjadi perdebatan dan juga jangan terlalu memaksakan seseorang untuk berubah, karena apapun itu seseorang sudah sangat santai dengan karakter yang dia miliki. So.. Santai sajaaa...

Memulai Percakapan Terlebih Dulu

Nah, oleh karena pengalaman itu tadi, saya jadi sedikit banyak belajar supaya bisa memulai percakapan dengan baik sebagai si pendiam dan pemalu. Ini dia poin-poinnya:

1. Beranikan diri

Kamu harus memulai melatih kemampuan berbicara. Ikutilah banyak kegiatan, agar kamu bertemu dengan lebih banyak orang. Jangan takut untuk memulai percakapan dengan orang lain.

2. PD aja lagi

Awalnya mungkin sedikit susah ya. Namun, semua ini harus kamu lakukan agar rasa percaya diri perlahan-lahan tumbuh. Jangan pernah menghindar untuk berinteraksi dengan orang lain.

3. Bangun peran untuk diri sendiri

Pentingnya membangun peran untuk diri sendiri pada situasi sosial. Apalagi saat pertama bertemu dengan orang baru. Ini adalah kesempatan kamu untuk menunjukkan karakter friendly dan percaya diri.

4. Lebih aktif berbicara

Cobalah untuk memulai mengemukakan pendapatmu. Di luar kamu didengar atau tidak, itu urusan nanti. Yang terpenting, kamu sudah mencoba berbicara dalam berbagai situasi.

5. Jangan menilai buruk diri sendiri

Ini nih yang sering saya alami. Seringnya mengkritik diri sendiri ternyata bisa membuat tidak percaya diri. Kebiasaan tersebut harusnya lebih dikurangi. Seakan merusak mental diri. Cobalah untuk mengubah perilaku ini, dengan memuji diri sendiri.

Oke, usai sudah cuap-cuap kali ini. Kalau karakter kamu gimana sih? Periangkah? Penyedihkah? Yuks ramaikan kolom komentar. Sampai jumpaa..

Gif: tenor.com