Adbox
LightBlog

19 November 2019

Cerpen: Ketika Logika dan Kekonyolan Beda Tipis


"Halo, Bun, Ayah tunggu di mobil ya. Jangan kelamaan, keburu hujan ni," seru Ayah Fika.
"Kalau nungguin perempuan belanja rasanya bisa nyambi pangkas rambut sampai rambutnya minta di pangkas lagi, hahh.." keluh Ayah Fika, seakan terasa lama setiap kali ia menunggu sang istri berbelanja, "..Padahal tadi udah lihat sepatu yang warna merah, eh ngelirik lagi yang warna putih. Nanti udah capek keliling mall, akhirnya yang dipilih yang dilihat pertama tadi. Mungkin itu yang dinamakan cuci mata bagi perempuan ya," Ayah Fika tak habis pikir dan terus menggelengkan kepalanya.

Detik demi detik berlalu. Sudah hampir 3 jam Ayah Fika menunggu kedatangan istri dan anaknya itu. Sampai-sampai sudah banyak level PUBG yang dimainkannya.

"Yah!" Fika berlari dan berteriak memanggil Ayahnya.
"Loh, kenapa kamu lari-larian gitu ? Bunda mana ?" tanya Ayah Fika.
"Bunda masih ngantri di kasir Yah. Yah, mobilnya nyalain aja deh, bentar lagi juga Bunda datang," jawab Fika yang lalu masuk mobil.

Ayah Fika pun menyalakan mesin mobilnya.

"Lama sekali sih Bundamu ini. Memang antriannya sepanjang apa ?" Ayah Fika merasa semakin bosan.
"Ni ya Yah, antriannya itu kira-kira dari rumah kita sampai rumah Pak RT. Nah, Ayah bayangin dah tu," jelas Fika.
Ayah Fika berpikir sejenak, "Tadi kamu bilang sebentar lagi Bunda datang," protes Ayah Fika.
"Hehe.. Sesungguhnya aku cuma mau ngadem aja sih dalem mobil Yah," seru Fika sembari nyengir-nyengir kuda.
"Ah, kamu ini."

Sambil berjalan santai dengan senyum sumringah, Bunda Fika menghampiri suami dan anaknya.

"Loh, Bun, Bunda jadi belanja ?" tanya Ayah Fika.
Sambil memperlihatkan sepatu baru yang langsung dipakainya, "Lah, ini. Langsung Bunda pakai dong, sepatu yang lama kan udah Bunda suruh Fika bawa tadi. Mana Ka mana sepatu Bunda tadi," Fika pun menunjukkan tas kresek merah yang di bawanya tadi.

Ayah pun menjalankan mobilnya. Dalam perjalanan, Bunda Fika bercerita pengalamannya berbelanja tadi.

"Bun, ini sepatukan yang Bunda lihat pertama kali, tapi kenapa kelilingnya sampai berjam-jam sih ?"
"Bunda tadi ketemu sama teman lama Bunda Yah. Di toko yang pertama tadi. Tapi pas Bunda udah keliling terus balik lagi ke toko itu, baru dianya datang. Sempat bingung juga tadi pilih sepatunya Yah. Tapi Bunda cerdas dong, Bunda pilih lah yang harganya paling murah," cerita Bunda Fika panjang lebar.

Seakan ingin menghargai sang istri yang bercerita, Ayah Fika pun meresponnya, "Memang yang mahal harganya berapa Bun ?"
"500 ribu Yah, mahal kan ?" seru Bunda Fika.
"Terus yang ini harga berapa ?"  tanya Ayah masih ingin menghargai.
"Ini harganya 700 ribu," jawab Bunda Fika.
Sontak Ayah Fika terkedjoet, "Loh, kok lebih mahal ?"
"Ini tuh ada diskonnya Yah, dari harga 1 juta di diskon jadi 700 ribu, cerdas kan Bunda," ekspresi bahagia nan ceria Bunda Fika membuat Ayah Fika gusar.
"Hadeuh.. Cerdas menurut versi Bundamu ya gini ini Ka," ujar Ayah Fika yang lalu menambah volume radio dalam mobil.

1 comment:

  1. BAYU: Bagus-bagus cerita di Blog ini.. Semangat terus ya nulisnya

    ReplyDelete

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)

LightBlog
LightBlog