Cara Melatih Anak Bersosialisasi Sejak Dini



Halo semua.. Sekarang Saya lagi pengen bahas parenting deh, hehe..

Beberapa anak akan sangat senang bermain dengan teman-temannya. Namun, ada pula yang kurang bisa berbaur dengan yang lain. Faktornya tentu saja dari lingkungan terdekat, terutama orang tua.

Seorang anak yang memiliki masalah interaksi saat bermain dengan teman seumurannya, ia cenderung memiliki emosi yang lebih besar dibandingkan dengan anak yang memiliki banyak teman.

Dari hal tersebut, orang tua akan bisa melihat bagaimana cara anak berinteraksi dengan sebayanya atau yang lebih tua darinya. Jika dirasa anak mengalami kesulitan ketika berbaur dengan teman-temannya, maka orang tua wajib turun tangan untuk mengatasinya, agar anak lebih percaya diri dan mudah bergaul dengan anak seusianya. Karakteristik pribadi anak juga akan lebih mudah di bentuk.
Naah, yuk kita bahas cara mendidik anak untuk berani bersosialisasi sejak dini. Saya telah merangkumnya dari berbagai sumber.



Anak pasti sering mengikuti perilaku orang tuanya, baik perbuatan maupun perkataan. Maka dari itu, orang tua wajib memberikan contoh perilaku yang baik-baik kepada anak. Misalnya, saat melakukan aktivitas di rumah, berbicara dan menyapa tetangga.


Ikutkan anak dalam berbagai macam kegiatan. Seperti lomba menggambar, mewarnai, atau kegiatan seperti pramuka atau olah raga. Berikan kesempatan pada anak untuk berekspresi. Agar orang tua lebih mengetahui minat dan bakat yang dimiliki oleh sang anak. Selain itu, hal ini dapat melatih kepercayaan diri pada anak.


Kedekatan orang tua dan anak adalah salah satu hal terpenting dalam membentuk karakter anak. Ajaklah anak untuk berdiskusi atau menanyakan apa saja yang telah ia lakukan sepanjang hari. Dengarkan dan respon dengan baik segala ucapannya. Hal ini akan mengajarkan anak untuk berani bertanya, meminta pendapat, atau sekedar bercerita.


Bermain bersama dengan teman-teman seusianya, adalah salah satu cara untuk mengakrabkan diri dengan anak lain. Perhatikan seberapa jauh anak bisa berekspresi. Ajaklah anak untuk sesekali bermain di luar rumah, bertemu dengan teman-teman baru, atau sekedar bermain di halaman rumah bersama saudara atau tetangga seusianya.


Segala kelebihan dan kekurangan anak pasti orang tua yang mengetahuinya. Jika terdapat krisis percaya diri pada anak, orang tua harus melakukan pendekatan kepada anak. Ajak anak berkomunikasi secara personal, dan biarkan ia menceritakan segala keluh kesahnya. Berikan solusi yang membangkitkan rasa percaya dirinya.



Ajarkan dan beri pengertian pada anak bagaimana cara menghargai orang lain. Jika anak bisa menerapkannya, anak tidak akan canggung untuk bergaul dengan teman seusianya atau pun dengan orang yang lebih tua darinya.


Sebagian orang tua akan membatasi pergaulan anaknya dengan anak lain. Sehingga anak tidak diberi kesempatan untuk berekspresi. Hal ini akan membuat anak menjadi penakut, pemalu, dan tidak percaya diri. Biarkan ia melakukan segala sesuatunya sendiri. Selama yang ia lakukan masih baik dan tidak merugikan siapapun.


Perhatikan anak jika sedang berinteraksi dengan orang lain. Jika anak pemalu, jangan terlalu memaksakannya, namun bantulah ia untuk dapat membuka diri dengan teman-temannya. Dukungan dari orang tua akan sangat membantu anak dalam bersosialisasi.


Jelaskan kepada anak tentang pentingnya memiliki teman. Sehingga, saat ia dewasa nanti, ia akan bisa dengan cepat bersosialisasi. Namun, bila anak bersifat tertutup, cobalah dengan perlahan memberikan pengertian tersebut.


Yup! Itu dia beberapa cara mendidik anak untuk bersosialisasi. Kemampuan ini dapat dilatih sejak usia dini. Sehingga saat dewasa nanti, ia akan dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan baru termasuk dengan orang-orang baru yang setiap hari akan ia temui. Namun begitu, kemampuan ini harus disesuaikan dengan karakteristik anak. Karena setiap anak memiliki kepribadian yang berbeda-beda.

Silakan berbagi jika bermanfaat. Terima kasih. Sampai jumpa..



Blog:
Dibuat & Didukung oleh: Tukang SEO

2 Comments

  1. Kata guru saya melatih dan mendidik anak gak ada akhirnya dan unik tidak bisa berlaku sama. Setiap anak merupakan pelajaran baru bagi ortu

    ReplyDelete
  2. Yap! Betul. Makanya harus diajarin segala hal baik :D

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar dengan bijak. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)