Filosofi Lomba 17 Agustusan
Memaknai Lomba 17 Agustus, Sebuah Tradisi yang Sudah Ada Sejak Dulu - Halo semua.. Harum aroma pohon pinang dan kerupuk khas kemerdekaan masih sedikit berasa ya. Bendera juga tanggal segini masih berkibar depan rumah nggak sih? Terus terus, di masa pandemi begini, masih ada yang ngadain lomba 17an nggak? Atau lombanya virtual? Coba komen-komen di bawah yuk..

Oiya, pas tanggal 17 Agustus kemaren, saya sempat bikin kumpulan puisi kemerdekaan juga loh. Ikut merayakannya lewat puisi juga oke khaann.. Daripada diem-diem bae, mendng mengasah keterampilan merangkai kata. Biar nambah semangat perjuangan dalam menulis juga, hehe..

Sementara ini, lupakan sejenak tentang pandemi yaa.. Tapi harus tetap mematuhi protokol kesehatan setiap kali ke luar rumah. Ingat! Ini zaman new normalSemua-semua harus serba steril. Karena memang semakin hari sang virus semakin merajalela. Semoga aja negeri ini bisa segera merdeka dari Covid-19, aamiin..

Anyway, kalau cerita tentang lomba 17an, saya paling inget zaman SD dulu itu langganan ikut lomba sendok kelereng, makan kerupuk, tarik tambang, daaan panjat pinang, eh nggak nggak, ecek-ecek itu, hehe..

Masuk ke SMP, udah mulai males, hihi.. Jadi cuma ikut tarik tambang aja kalo nggak salah. Terus di SMA lomba-lomba semacam itu udah berkurang, tapi ada tambahan atau diganti sama lomba lain, kayak lomba nyanyi, ngeband, ngedance, dan fashion show, woo..

Dan saya sempat pernah ikut lomba nyanyi, Indonesia Pusaka. Waktu itu saya duet dengan kembaran saya dan dapet juara 3, haha.. Dan juga ikut lomba ngeband dapet juara 2, hihi.. Lumayanlah yaa.. Hadiahnya buat traktir bakso satu kelas, wkwk..

Cukup ya cuap-cuap nggak penting di atas, hehe..

Usut punya usut, tradisi lomba yang selalu menghiasi perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia itu muncul sekitar tahun 1950-an. Lomba-lomba tersebut muncul sejak perayaan HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke-5 tahun. Tanpa ada alasan tertentu, lomba-lomba itu diadakan supaya HUT Kemerdekaan Indonesia lebih meriah. Dan karena itulah lomba-lomba 17an semakin viral ke seluruh penjuru negeri sampai dengan saat ini.

Nggak cuma itu, beberapa lomba 17an ternyata punya makna dalam hidup juga lho. Yuk kita bahas..

Lomba balap karung. Lomba ini dibuat untuk mengingat sengsaranya rakyat saat masa-masa sulit ketika dijajah bangsa Jepang dulu. Karena pada zaman itu, mayoritas pribumi berpakaian berbahan karung goni. Makna dibaliknya adalah, tetap bersyukur walaupun harus hidup dalam kesederhanaan.
Lomba 17an Balap Karung

Ada lomba makan kerupuk. Lomba ini dibuat sebagai simbol keprihatinan atas kondisi pangan rakyat Indonesia di masa penjajahan. Makna lomba ini juga sama seperti lomba balap karung. Yaitu, mementingkan sikap sederhana dan tidak bermewah-mewahan.

Berikutnya ada lomba tarik tambang. Lomba yang membutuhkan tenaga dari banyak orang ini, bermakna gotong royong, kebersamaan dan kekompakan yang tinggi.
Lomba 17an Tarik Tambang

Lomba balap kelereng atau sendok kelereng. Lomba ini biasanya bagus untuk anak-anak, karena melatih kekuatan motorik dan konsentrasi. Lomba ini bermakna, hidup itu harus dijalani dengan perlahan tapi pasti. Maksudnya, tetap fokus menjalani kehidupan kedepan, agar tercapai semua tujuan. Namun juga harus berhati-hati dengan rintangan yang akan datang.
Lomba 17an Balap Kelereng

Terakhir ada panjat pinang. Lomba ini adalah icon 17an yaa.. Tercipta dari kaum Belanda sendiri, panjat pinang diadakan jika ada hajatan atau acara-acara besar. Panjat pinang ini dibuat untuk menghibur kaum kolonial. Mereka akan sangat senang menertawakan para peserta yang merupakan kaum pribumi yang mencoba memperebutkan barang-barang yang tergantung di ujung pohon pinang. Umumnya adalah kebutuhan pokok, seperti pakaian, gula, keju, dsb.
Lomba 17an Panjat Pinang
Makna dalam lomba ini berarti, tertawa di atas penderitaan orang lain. Tapi nyatanya, lomba ini memang cukup mengocok perut ya, karena perjuangan peserta untuk mendapatkan barang-barang di atas, namun terhalang oleh licinnya oli. Dan di zaman sekarang, filosofi itu bukan dalam arti yang sebenarnya, hanya untuk hiburan semata.

Well.. Ternyata cukup dalam ya makna yang tersirat dalam lomba-lomba 17 Agustusan. Sama seperti filosofi layang-layang. Dengan bahan, alat dan cara bermain yang sederhana, tapi punya makna yang sangat berharga dan bisa menjadi pembelajaran hidup.

Yuk coba bikin lomba 17an kecil-kecilan bersama keluarga #dirumah. Sekaligus bonding time, supaya orangtua dan anak saling memahami satu sama lain. Lupakan sejenak problematika PJJ yaa, hehe..

Semoga artikel ini bermanfaat. Silakan berbagi ke media sosial yaa.. Sampai jumpaa.. Merdeka!


Artikel ini diikutsertakan minggu tema komunitas

Gif: tenor.com & line sticker