Cara Penggunaan Obat Salbutamol Versi SehatQ.com

Pretty Black Cat

Cara Penggunaan Obat Salbutamol Versi SehatQ.com



Cara Penggunaan Obat Salbutamol Versi SehatQ.com

Asma adalah termasuk jenis penyakit kronis jangka panjang yang terjadi pada saluran pernapasan dengan gejala penyempitan dan pembengkakan (bronkopasme). Obat yang biasa digunakan untuk penderita asma adalah salbutamol.

Obat salbutamol wajib diresep dokter dengan dosis yang sesuai kebutuhan pasien. Namun, terdapat efek samping yang berdampak pada kesulitan bernapas yang harus selalu diingat ketika mengonsumsi obat salbutamol.

Selain itu, obat salbutamol dapat bereaksi jika pasien juga mengonsumsi sejenis obat herbal atau vitamin. Karenanya, efek berbahaya lain akan muncul apabila keduanya tidak cocok saat dikonsumsi.

Dihimpun dari SehatQ.com, mari ketahui penggunaan obat salbutamol secara benar. Baca artikel ini sampai selesai yaa..

Cara Penggunaan Obat Salbutamol Versi SehatQ.com

Obat salbutamol bisa berbentuk tablet, cairan nebulizer, suspensi inhalasi, dan sirup. Obat salbutamol selalu diberikan sesuai dengan resep dokter. Fungsi obat salbutamol adalah untuk melegakan bronkopasme, baik pada anak-anak dan orang dewasa yang menderita penyakit asma.

Untuk penderita asma, obat salbutamol biasanya menjadi bagian dari terapi penggunaan kortikosteroid, bronchodilators, dan long-acting beta agonist. Dengan mengonsumsi obat salbutamol, otot saluran pernapasan akan menjadi lebih terbuka, dan pasien akan bernapas lebih lega. Obat salbutamol akan bekerja selama 6-12 jam.

Efek Samping Obat Salbutamol

Obat salbutamol dapat menyebabkan beberapa efek samping seperti di bawah ini:

1. Efek Samping Ringan

Sesaat mengonsumsi obat salbutamol, umumnya dapat menyebabkan nyeri didada, sakit kepala, mual, muntah, panas dalam, hidung berair, tremor, dan detak jantung tidak teratur. Jangka waktu efek samping ringan ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Namun, apabila efek samping ini berlangsung lebih lama, maka segeralah konsultasikan dengan dokter.

2. Munculnya Alergi pada Kulit

Gejala alergi akibat efek samping obat salbutamol adalah munculnya ruam (pembengkakan pada wajah dan kelopak mata), gatal-gatal, sulit menelan dan bernapas, demam tinggi, hingga kehilangan kesadaran.

3. Penyempitan pada Otot Saluran Pernapasan

Walaupun obat salbutamol digunakan sebagai obat untuk mengatasi bronkospasme, namun apabila obat salbutamol dikonsumsi melebihi dosis yang diberikan, maka pasien akan mengalami kesulitan bernapas hingga bersuara dengan frekuensi tinggi.

4. Masalah Serius pada Jantung

Efek samping terakhir adalah menyebabkan jantung lebih cepat berdetak, hingga tekanan darah semakin tinggi. Apabila terjadi masalah serius ini, segeralah konsultasikan kepada dokter.

Konsumsi Obat Salbutamol Sesuai Dosis

Dosis obat salbutamol untuk mencegah asma saat berolahraga tentu saja berbeda dengan dosis obat salbutamol untuk penderita bronkospasme. Selain itu, ada banyak faktor yang menyebabkan perbedaan dosis obat salbutamol untuk setiap orang. Mulai dari kondisi kesehatan, usia, seberapa berat penyakit yang diderita, serta reaksi terhadap obat saat konsumsi pertama kalinya.

Sangat penting bagi penderita asma untuk mengonsumsi obat salbutamol sesuai dosis yang dianjurkan dokter, dan perhatikan juga hal-hal berikut ini:

1. Konsumsi Tidak Sesuai Jadwal

Penderita asma harus mengonsumsi obat salbutamol setidaknya 3-4 kali sehari tergantung dosis yang diresepkan dokter. Namun apabila konsumsi obat salbutamol tidak sesuai jadwal yang tertulis pada resep, maka pasien akan mengalami gangguan pernapasan serius.

Ketika asma kambuh, obat salbutamol harus dikonsumsi 3-4 kali sehari bergantung pada dosis yang diresepkan oleh dokter. Namun jika obat ini tidak dikonsumsi sesuai dengan jadwal, ada kemungkinan mengalami gangguan pernapasan.

2. Berhenti Mengonsumsi Obat Salbutamol

Saat penderita asma berhenti mengonsumsi obat salbutamol dalam rangkaian pengobatannya, maka kondisi asma akan kembali memburuk, bahkan menyebabkan luka pada saluran pernapasan. Terlebih lagi akan muncul gejala seperti susah bernapas, batuk, hingga suara napas dalam frekuensi nyaring.

3. Konsumsi Obat Salbutamol Melebihi Dosis

Mengonsumsi obat salbutamol melebihi dosis sama halnya akan mengalami risiko seperti saat mengonsumsi obat lain. Dampak berbahaya yang dapat terjadi adalah, detak jantung tidak teratur cenderung lebih cepat, dan tubuh menggigil.

Pasien asma yang melewatkan jadwal minum obat salbutamol tanpa sengaja, maka segeralah meminumnya setelah ingat. Namun, jangan mengonsumsi sekaligus, karena dosisnya akan dianggap berlebih dan dapat menyebabkan efek samping yang serius.

Obat salbutamol dapat digunakan dalam jangka panjang saat batuk karena asma, kesulitan bernapas, hingga suara napas dalam frekuensi nyaring. Dan dapa pula digunakan dalam jangka pendek, yaitu hanya ketika asma kambuh. Pengobatan dengan salbutamol dikatakan efektif apabila gejala asma seperti kesulitan bernapas, batuk, atau napas dengan frekuensi tinggi tidak lagi muncul.

Apabila kamu tidak punya waktu ke dokter untuk berkonsultasi tentang masalah pernapasan atau ingin mengetahui lebih banyak lagi seputar informasi obat salbutamol atau obat lainnya, maka kamu cukup mengunjungi website SehatQ.com atau melalui aplikasinya. Karena kamu tidak perlu mengantri untuk bertemu dokter dan pastinya lebih menghemat waktu.

SehatQ adalah platform teknologi kesehatan terpercaya, dengan informasi yang akurat dan lengkap seputar kesehatan, dengan fitur dan tampilan yang menarik. Jadi, jangan ragu untuk berkunjung ke SehatQ dan segera konsultasikan masalah kesehatanmu.

Semoga bermanfaat. Sampai jumpaa..
 

Ref: https://bit.ly/3wmEk4S


Posting Komentar

1 Komentar

  1. aku baru tau ada istilah salbutamol mbak. dapet ilmu kesehatan lagi dari mba rizki
    memang ya kalau udah sakit yang "agak parah" mending langsung ke dokter spesialis, karena obat yang diberikan udah pasti disesuaikan dengan kondisi tubuh

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.