Ada seorang perempuan bernama Dayu, dia adalah mantan kekasih Niko semasa di Jakarta. Dan ada seorang lelaki bernama Wijaya, dia adalah pemilik kafe dan sekaligus teman Agni. Dayu dan Wijaya, tidak ingin Agni dan Niko bersatu dalam ikatan pernikahan. Maka dari itu, mereka membuat ritual jahat pada saat malam Kajeng Kliwon. Dan mylai saat itu, muncullah teror dari makhluk mengerikan berwujud Rangda.
Dari segi pengambilan gambar cukup bagus. Sisi menyeramkan sosok Rangda pun sangat terseramkan dengan baik. Akting dari Amanda Manoppo, Christ Laurent, Indah Kalalo, nggak perlu diragukan lagi ya..
- Inikan film horor ya, tapi kalau menurut saya malah terlalu banyak dramanya. Jadi nggak ada adegan yang "kaget-kaget" khas film horor gitu.
- Berlokasi di Bali, namun tak banyak pemandangan yang memperlihatkan Bali yang sesungguhnya, sangat disayangkan sih.
- Akting Dayu sangat terlihat tidak natural. Sisi ke-antagonisan-nya terlalu di buat-buat.
- Ceritanya monoton
- Ada beberapa adegan nggak jelas asal-usulnya. Apalagi pas adegan terakhir, kayaknya gantung gitu, apa bakal ada Film Kajeng Kliwon 2 ?
- Rangda sering kali muncul di rumah sakit dan lalu memakan korban, pertanyaannya, memang rumah sakitnya yang serem atau memang ada yang ngirim makhluk itu ke rumah sakit ? haha..
Itu aja kali ya review tentang Film Kajeng Kliwon. Kalau mau ditambahin juga boleh.
Sebagai perantau yang tinggal di Bali, jujur saya baru tahu bahwa ada makhluk menyeramkan seperti Rangda. Paling cuma tau leak, hehe..
Yaudahlahya.. Apapun itu, biar nggak penasaran, tonton aja filmnya, cuuss.. Dari pada baca review film yang nggak jelas ini, haha..





.jpg)


5 Komentar
Filmnya kurang serem kalo menurut saya, cuma bagusnya ya mengangkat budaya mistis Bali. Gk akan pernah nyangka sekejam itu.
BalasHapusIya kan bener, kemistisannya memang masih kental sekali.
HapusBaru tau film Kajeng Kliwon ini.
BalasHapusItu rumah sakitnya RS Sanglah bukan atau RS Surya Husada, Siloam atau Kasih Ibu? hehehe
Emang biasanya sebelum malam ini, pada nyiapin canang kan buat sembahyang ya.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusSebuti aja semua RS di Denpasar, teh. Haha.. Iya betul, teh Renov. Kan pernah tinggal di Bali juga kan ya? Hehe..
HapusHaii! Berkomentarlah dengan bijak dan relevan ya. Silakan baca artikel lainnya dan tinggalkan jejakmu. Terima kasih!