Rayakan 'Wood Wedding' di Bedugul, Tabanan, Bali

Rayakan 'Wood Wedding' di Bedugul, Tabanan, Bali - Assalamu'alaikum. Alhamdulillah.. Tanggal 12 Oktober 2019 kemarin adalah hari 'sah'nya saya dan suami. Tepat di 5 tahun yang lalu di rumah orang tua saya di Tanjung Morawa, Deli Serdang, Sumatera Utara, sebuah acara pernikahan di gelar dengan sangat sederhana. Hanya keluarga, tetangga dan teman-teman terdekat yang kami undang. Karena memang niatnya dari awal nggak ada pesta besar-besaran, jadinya cuma pesta kecil-kecilan. Lah kok jadi kayak jai****kung ya, ahah..
Foto di ambil sesaat setelah perut kenyang, hihi..

5 tahun yang luar biasa. Katanya sih ini tahun-tahun yang cukup berat dan nggak jarang ada yang 'menggoda'. Tapi ya tergantung masing-masing lah ya. Insya Allah kalau kita sayang sama pasangan hanya karena Allah, akan di jauhkan dari hal-hal nggak wajar kayak gitu, kalau pun sempat mampir ya semoga di kuatkan iman, aamiin.. haha..

Btw, saya, suami dan anak memang udah rencanain weekend-an di Bedugul, Tabanan - Bali. Karena Bedugul adalah daerah pegunungan, jadinya ya tempatnya sejuk dan dingin-dingin gitu. Sekitar 48km jaraknya dari Kota Denpasar dan merupakan perbatasan antara Kota Denpasar dan Kota Singaraja.

Awalnya kami menuju ke Kebun Raya Bali. Layaknya Kebun Raya Bogor, tentu saja tempat ini dipenuhi dengan pohon-pohon besar yang merindangkan, serta terdapat beberapa taman bunga, juga padang rumput yang luas. Maka tak jarang Bedugul menjadi salah satu tempat terbaik untuk berkumpul bersama keluarga dan terkadang ada pula yang menggelar acara seperti perlombaan 17an, dsb.
Di salah satu sudut Kebun Raya Bali

Harga tiket masuk yaitu Rp. 9000/orang dewasa dan biaya parkir motor Rp. 3000 dan biaya parkir Rp. 5000, cukup friendly kaan..

Berbekal makanan seadanya, merebahkan tikar motif bunga-bunga ukuran 120x50 di bawah rindangnya pohon, benar-benar sangat kami nikmati. Meskipun sesekali angin bertiup menyebabkan serpihan dahan dan daun kering berjatuhan.

Tak lengkap rasanya jika tak berswafoto atau berselfie ria. Menemani anak bermain sambil berkeliling. Tapi sayangnya kami tidak bisa mampir ke Danau Tamblingan yang terletak di dalam Kebun Raya Bali, karena kalau jalanckaki lumayan jauh. Tapi kalau naik mobil sih bisa.

Sekitar jam 4 sore selesai kami sholat ashar, kami langsung bergerak ke Danau Beratan. Jaraknya kurang lebih 2,5km lah dari Kebun Raya Bali, cukup dekat. Harga tiket masuk per orangnya Rp. 20.000 dan parkir Rp. 2.000.
Penampakan dari gerbang menuju Danau Beratan

Mulai dari pintu masuk menuju ke danau, kita sudah di suguhi pemandangan yang cantik. Selain rerumputan yang luas, ada pula permainan anak dan juga ada beberapa patung hewan. Berjalan menuju ke Danau Beratan terdapat wisata air yang bisa di naiki dengan membayar tiket. Seperti speed boat - Rp. 100.000, perahu sampan - Rp. 75.000, dan bebek air - Rp. 35.000. Namun sayang, kami tidak bisa merasakan menaiki bebek air, karena sarana tersebut masih tergolong baru, jadi masih masa percobaan namun belum di buka untuk umum.
Wisata air yg kebetulan tutup, hiks..

Btw, setelah membahas bebek air, kita berjalan lagi. Coba deh ambil uang Rp. 50.000, terus lihat foto nya, naah itu lah dia yang saya maksud (mohon maap, foto di hp kehapus, hiks).

Di tengah-tengah keceriaan, ada cerita nggak mengenakkan nih, tiba-tiba Rasyiid anak saya pis dan dia telat bilang.. aww.. langsunglah saya gotong dia ke toilet, sampai di toilet wanita, semua pintu terkunci, lalu ada nenek yang berbaik hati bilang kalau satu pintu toilet pria terbuka, syukurlah. Tapi tetep aja ya nih celana anak udah basah kuyub, oalah naak naak.. Mungkin karena faktor cuaca dan suasana yang bagus ya makanya anak saya nggak terasa kalau mau pipis, hihi..

Naah, kurang lebih satu jam kami di sana, dan perut sudah terasa lapar (lagi), jadilah kami bergerak menuju ke dagang mie ayam pinggir jalan. Sambil menikmati mie ayam hangat, kita bisa menikmati pemandangan danau yang super indahnya. Cukup membayar Rp. 12.000 saja per mangkuk mie ayam/bakso.

Alhamdulillah, perut sudah kenyang, badanpun mulai lelah, dan waktu semakin sore, kami pun bergerak berjalan melaju menuju ke Denpasar.

Semoga next year bisa merayakan hari jadi di tempat berbeda yaa.. hihi..

Semoga bermanfaat. Terima kasih sudah membaca.. - Rayakan 'Wood Wedding' di Bedugul, Tabanan, Bali

0 Comments:

Post a Comment

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)

My Instagram

Pageviews