Tips: Untuk Anak Rantau Agar Betah di Perantauan

Pretty Black Cat

Tips: Untuk Anak Rantau Agar Betah di Perantauan



anak rantau, anak perantauan, perantauan
Tips: Untuk Anak Rantau Agar Betah di Perantauan - Sebagai anak rantau yang pernah berdomisili di Lombok dan Bali selama kurang lebih 8 tahun, saya punya beberapa tips nih buat kamu yang memutuskan untuk merantau, jauh dari keluarga, entah itu untuk keperluan sekolah, bekerja, atau hal lainnya. Semoga kita selalu diberi kesehatan dan kelancaran rezeqy yaa, aamiin..

Sebelum lanjut ke tips, izinkan saya curhat sedikit boleh yaa.. Hehe.. Jujur, padahal saya ini orangnya pendiam, pemalu dan bahkan kurang percaya diri. Kalau kemana-mana tuh nggak bisa sendiri, paling nggak harus pergi sama saudari kembar atau rame-rame bareng temen.

Nah, semenjak memutuskan untuk merantau, otomatis akan jauh dari orang tua dan melakukan segala sesuatunya sendiri. Beberapa hari setelah merantau, setiap malam saya selalu saja menangis, sampai kadang sesenggukan, karena sanking rindunya sama orangtua, malah pernah pengen pulang, karena rasanya nggak betah, masih sedangkal itu mental saya pada waktu itu, hiks..

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan di kerjaan juga udah cukup nyaman, akhirnya terbawalah ke kehidupan sehari-hari. Karena semakin banyak kegiatan dan juga mulai punya banyak teman, bahkan kebanyakan dari mereka juga anak rantau, walaupun kampunghalamannya tidak sejauh kampung halaman saya, yaitu di Medan, Sumatera Utara.. hehe..

Satu hal yang paling saya ingat karena merantau adalah, saya jadi bisa dan berani naik motor. Karena memang sebelum merantau, saya sama sekali nggak bisa naik motor, padahal udah sempat belajar, tapi entah kenapa enggak berani sama sekali.

Mungkin karena ada semacam tanggung jawab karena memutuskan untuk merantau ya, jadi timbullah rasa untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Supaya nggak merepotkan orang lain. Gimana menurut kamu? Setuju nggak? Coba komen di bawah.

Langsung saja saya ungkap tips untuk anak rantau agar betah diperantauan sesuai pengalaman saya yaa..
anak rantau, anak perantauan, perantauan

1. Senantiasa Berdoa

Mulailah dengan berdoa, agar kamu bisa menjalani kehidupan di perantauan dengan baik. Jangan bosan berdoa karena dengan ini kamu bisa lebih tenang menjalani hidup, terutama hidup sendiri dan jauh dari keluarga.

2. Bersikap Ramah dan Supel

Saat pertama kali kamu bertemu dengan orang-orang asli daerah rantauanmu, berusahalah bersikap ramah, tersenyum adalah modal utamanya. Coba untuk berbincang dan cari tahu tentang daerah tempat kamu tinggal tersebut. Misalnya, tanya tempat makan terdekat, atau minimarket terdekat. Carilah bahan obrolan yang ringan-ringan dan tetap sopan. Tapi terlebih dulu lihat juga kondisi orang yang akan diajak bicara, apakah waktunya pas atau tidak. Cara ini adalah cara terbaik untuk memudahkanmu mendapat teman dengan mudah. Asalkan jangan SKSD ya, kenal sekedarnya aja, hehe..

3. Bersikaplah Berani

Di sini kamu akan dituntut untuk bisa melakukan segala sesuatunya sendiri. Jika memang kamu belum mengenal siapapun di perantauan, berusahalah untuk mengandalkan dirimu sendiri. Jangan takut untuk bertanya, atau berbuat sesuai dengan yang kamu anggap benar.

4. Wajib Jadi Anak Rajin

Oleh karena kamu telah hidup sendiri, kamu harus bisa hidup lebih mandiri, dan mau nggak mau kamu harus bisa lebih rajin dari biasanya. Sekalipun kamu adalah seorang pemalas tingkat dewa, kamu harus berjuang untuk bisa hidup lebih bersih dan melawan rasa malas dalam diri. Toh juga hasilnya untuk kamu juga, ya nggak? hehe..

5. Mengontrol Kebebasan

Walaupun kamu sudah hidup sendiri, lantas kebebasan menjadikan kamu hilang arah. Tetap ingat agar bisa lebih menjaga diri sendiri, agar terhindar dari hal-hal buruk. Kamu pasti tau mana yang baik dan mana yang nggak baik. Bebas bukan berarti bablas, hanya saja lebih mengontrol apa yang ingin kamu perbuat.

6. Ingat Ridho Orangtua

Kamu telah di ridhoi oleh orang orangtua untuk merantau, tapi kamu nggak akan pernah tahu isi hati mereka yang telah rela melepasmu pergi jauh. Maka dari itu, selalu sempatkanlah untuk menghubungi mereka. Agar mereka tidak terlalu mencemaskanmu. Bilang bahwa kamu baik-baik saja, dan sangat membutuhkan doa dari mereka agar betah dan di lancarkan segala urusan. Duh, jadi sedih deh, hiks..

7. Cari Kegiatan Berfaedah

Sesekali perasaan bosan akan menggorogoti piliranmu, kalau kamu masih belum memiliki banyak teman, cobalah cari komunitas anak rantau daerah asalmu di kota rantauanmu. Akan ada banyak cerita menarik dari mereka, dan yang pasti pengetahuanmu seputar rantau-merantau akan bertambah.

Atau, kamu juga bisa jadi traveler dadakan. Manfaatkan daerah wisata murah tapi menarik di daerah rantauanmu. Lalu bagikan keseruan tersebut melalui media sosial. Dengan begitu, perasaan bosan akan memudar seiring dengan terisinya waktu luangmu dengan hal-hal yang berfaedah.
anak rantau, anak perantauan, perantauan
Menjadi anak rantau memang penuh suka duka. Tapi, jika dijalani dengan keikhlasan dan rasa syukur yang mendalam, semua pasti berjalan dengan lancar sesuai kehendakNya. Semoga saya dan kalian semua bisa menjadi orang sukses di perantauan yaa, aamiin.. 

Yuk, berbagi kisah pengalaman merantaumu. Semoga bermanfaat. Salam anak rantau. Sampai jumpaa..


Posting Komentar

6 Komentar

  1. Ya ampun. Kita sama banget kak. Hahaha... Cengir2 sendiri aku bacanya..

    Aku juga pemalu, dan gak bisa kalo kemana2 harus sendiri. Ke minimarket deket kos aja pengen dikawanin haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe.. tapi sekarang udah biasa ya Put.

      Hapus
    2. Aku sekarang dah di rumah lagi kak, hehe kembali pada ke orangtua

      Hapus
    3. Alhamdulillah, nanti kalo nikah siap-siap pisah lagi sama ortu. Kecuali memang satu rumah, hihi..

      Hapus
  2. dulu selepas SMA pengen banget kuliah di luar kota dan alhamdulilah kesampaian.
    seneng pastinya bisa jadi anak kos, exited nyari kosan.
    pas udah pindah ke kosan, kayaknya cuman sehari atau dua hari merasa homesick hahaha, dan sampe pernah nangis sedih.
    lama lama betah wkwkwkw. malah kalau perlu kerjanya ga usah di kota asal

    BalasHapus
  3. Aku sih gak sampe nangis, tapi sering kebawa mimpi dibangunin gitu tiap subuh. Cerita kita samaan yang soal bemotor. Ingat dulu takut bener pertama kali ngendarai motor di jalan kota yang pengendarany pada bar-bar. And aku stuju tuh poin lima ya bebas jangan sampe bablas.

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.