Menulislah Dengan Hati, Bukan Sesuka Hati

Blooming Sparkly Red Rose

Menulislah Dengan Hati, Bukan Sesuka Hati



ayo menulis

Menulislah Dengan Hati, Bukan Sesuka Hati - Halo semua.. Masih harus selalu sehat dan semangat ya. Semoga hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dicerita kali ini, saya akan menceritakan bagaimana awal mulanya saya tertarik pada dunia menulis. Khususnya cerpen dan puisi yaa.. Siap-siap membacanya, tapi jangan sampai bosan ya, hehe..

Awal Mula Tertarik Dunia Menulis

Semua ini bermula saat saya merantau ke Lombok. Waktu itu, menulis adalah kegiatan "keterpaksaan" saya. Sepulang bekerja, saya selalu menghabiskan waktu di depan laptop, untuk setidaknya membuat satu tulisan setiap hari. Jadi maksudnya, menulis ini adalah sebuah keisengan saja, dari pada nggak ngelakuin apa-apa, hehe.. Sampai akhirnya, salah seorang teman menawarkan membuatkan blogspot, yang saya kelola di 2012, dan merubah domain di 2018 sampai dengan hari ini.

Sempat vakum 2 tahun karena fokus mengurus anak dan beberapa hal lain. Tapi saya kembali bangkit dan makin semangat menulis, karena banyak membaca dan blog walking, saya jadi punya banyak referensi menulis. Terutama menulis fiksi dan puisi. Entah darimana sebenarnya keahlian itu saya dapatkan. Layaknya hujan yang membasahi bumi, minat itu muncul dengan sendirinya, eeaa..

Ini kisah penuh arti
Penuh makna
Bahkan dalam ketiadaan

Berjalan dengan baik diawal
Namun tak begitu diakhir

Sebuah kata hampir terucap
Namun terhalang
Dan mungkin, tak kan pernah bisa tersampaikan

Selengkapnya Puisi Kisah..

Penggalan puisi pertama yang saya ciptakan. Nampak sederhana, bahkan sangat. Tapi maknanya sangat dalam menurut saya. Menyusul juga cerpen pertama saya yang diberi judul Skenario Manis Untuk Radis. Banyak yang bilang ceritanya mudah ditebak, tapi saya bangga bisa menyelesaikan sebuah fiksi hasil karya saya sendiri, bodoamat orang mau bilang apa, haha..

Baru-baru ini, saya juga sempat mengikuti pelatihan menulis online. Saya mendapatkan banyak ilmu yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan menulis saya. Ada satu kalimat yang saya ingat, "Menulislah sebanyak banyaknya. Jangan takut dibilang jelek atau semacamnya. Jadikan semua itu sebagai pembelajaran, bukan malah makin melemahkan."

Selain itu, beberapa lomba juga kerap kali saya ikuti. Walau belum pernah menang, tapi saya tetap semangat menulis. Karena bukan hanya hadiahnya yang saya cari, namun juga pengalaman yang membuat saya memiliki banyak teman dengan minat yang sama dan jadi tahu gaya menulis mereka. Membuat saya banyak belajar juga. Itu salah satu hal yang menyenangkan menurut saya.

Beberapa media online pun pernah saya jejaki untuk "meminta tolong" menerbitkan karya-karya saya. Walau belum banyak yang lolos, lagi-lagi, hal itu tak membuat saya patah semangat. Seolah makin tertantang, sekaligus memotivasi diri sendiri untuk bisa menulis lebih baik dan lebih banyak lagi.

Kenapa Harus Menulis?

Salah satu sajak karya Alm. Sapardi Djoko Darmono tertulis..

The day will come
When my body no longer exists
But in the lines of this poem
I will never let you be alone

The day will come
When my voice is no longer heard
But within the words of this poem
I will continue to watch over you

The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of this poem
I will never tired of looking for you

Ini salah satu semangat saya untuk bisa terus menulis. Berusaha lebih mengasah kemampuan menulis yang saya miliki. Karena, melalui tulisanlah kita bisa tetap hidup. Karya-karya kita akan selalu dikenang, walau raga tak lagi ada. Dan setidaknya, dari semua tulisan yang saya cipta, akan ada diantaranya, di suatu saat nanti, bisa mengsinspirasi banyak raga lain untuk tetap semangat menjalani mimpi-mimpinya.

Menulis itu menyenangkan. Walau kadang melelahkan dan sedikit ada keterpaksaan, karena otak harus terus mencari ide cerita unik dan menarik. Tapi jari-jemari yang kuat ini takkan mampu menolak alunannya untuk menghasilkan percikan kata-kata penuh makna. Dan dengan menulis, kita bisa mengungkap isi hati yang terkadang enggan kita ungkapkan secara blak-blakan, benar begitu? hehe..

Harapan Saya Tentang Menulis

Saya sering baca buku-buku santai, seperti kumpulan cerpen atau novel-novel ringan. Semenjak itu, saya ingin bisa memiliki setidaknya satu buku karya saya sendiri. Entah itu kumpulan cerpen atau puisi. Dan menjadi penulis yang bisa menginspirasi. Yah, semoga saja harapan itu bisa segera terwujud, aamiin..

Tulisan ini sedikit banyaknya juga menyemangati diri saya sendiri. Semoga juga bisa memantik semangat teman-teman untuk menulis ya. Menulislah dengan hati, bukan sesuka hati, dan bukan dengan rasa keterpaksaan sebuah deadline yang menanti, jiiaaah! Kelakuan siapa nih, hehe.. Semangat menulis, semangat meninggalkan jejak melalui tulisan. Sampai jumpa..


Gif: tenor.com
Ref: goodreads.com


Post a Comment

23 Comments

  1. iyes mbaaa
    ga usa peduliin apa kata orang...yang penting enjoy aja kita nulis ehehehe

    btw, kenapa awal mula nuis itu karena "keterpaksaan" mba? Apakah karena memang tuntutan kerjaannya nulis sehari satu?

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju khaan..

      bukan gitu maksudnya, tapi terpaksa karena setiap pulang kerja itu nggak ngerjain apa-apa, jadinya dari pada bengong, mending nulis aja, gitu.. Haha.. salah nangkep ya, wkwk..

      Delete
    2. oalaaaah kirain tuh terpaksa kenapa hahahha
      iya salah nangkep akuu ehehe

      Delete
    3. dan udah aku ganti tuh, biar nggak mbingungin, wkwk..

      Delete
    4. siiipp deh mba! eheheh

      Delete
  2. wahhhh udah lama juga nge blog nya yaaa ..
    tetap semangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. iya udah lamaaaa..

      Semangat juga buat kak Rnv ^^

      Delete
  3. Saya bikin blog itu tahun 2014 masih blogcepot belon pakek domain tld, cuman buat aja mbak terus ditinggal gitu aja soalnya gak tau kalo ngeblog tuh ya asik ehehe

    Baru pas ada temen yang ngajak nulis bareng di blog dia, eh malah pengen juga nulis di blog sendiri. Akhirnya ngeblog deh beberapa tahun belakang hingga saat ini :)

    Semangat, terus menulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asyiknya kebangetan ya Kus, hehe..

      Semoga konsisten dan semangat menulis buat kita semuaa!

      Delete
  4. Wah, udah lama juga ya mulai nge blog, dari 2012.

    Setuju, menulis itu emang harus dari hati.

    Sama kita mbak. Saya juga hobi nulis dari pas masih sekolah, tapi waktu itu lebih sering ngirim ke media cetak meski sedikit yang dimuat. Hehe...

    Saking penginnya punya buku, sampai bikin antologi cerpen sama temen2 komunitas dan terbit indi.

    Sekarang lagi pengin ngembangin blog aja saya, sambil nulis fiksi juga di platform sebelah.

    Mudah-mudahan bisa menerbitkan buku solo ya mbak. Itu cita-cita semua penulis. Good luck!

    ReplyDelete
    Replies
    1. TOSS!

      Sayangnya kalo dulu aku nggak kepikiran ikut-ikut lomba sama antologi, mungkin karena sibuk kerja.
      Lah kepikirannya baru dua tahun ke belakang, huhu..

      Yup yup! Aamiin πŸ’•

      Delete
  5. kok jatuh cinta sama puisi di atas hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puisi sang maestro?
      Atau puisi pertamaku?

      πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  6. Dari judulnya aja aku udah tertohok, semacam langsung refleksi, "selama ini posting di blog pake hati apa cuma suka-suka aja ya?"πŸ˜…. Karena ternyata memang beda kalau kita melakukan sesuatu asal2an sama melakukannya karena suka. Bisa2 yg ada malah mikirin pendapat orang lain terus soal bagus atau nggaknya karya sendiri. Anyway semangat terus untuk mba yaa! Salam kenal mba, hihiπŸ˜πŸ‘‹πŸ»

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener khaan..

      Jujur, kemaren malem aja aku coba bikin puisi, entah berapa kali udah ketik-hapus-ketik-hapus. Dan ternyata memang aku nulisnya nggak pake hati, tapi karena asal-asalan, jadi kayak nggak mikir apa-apa, makanya nggak ketulis apa-apa πŸ˜…

      Salam kenal juga Awl, bukan Owl ya πŸ˜˜πŸ˜‚

      Delete
    2. Benul banget kaaak, aku juga sering banget gitu maksain diri buat nulis tapi ujung2nya ya terlalu maksa, gak berasa feelnya jd dihapus lagi hapus lagi.🀦🏻‍♀️

      Hahaha bukan kaak🀣 Etapi aku pernah nih bikin twitter usernamenya pake Owl, tapi dipikir-pikir terlalu filosofis gitu kayaknya, atau terlalu mirip nama band eh jadi diganti dehπŸ˜†❤️

      Delete
    3. Naaah.. related tuh, tulis apus tulis apus, gitu aja sampe dia jadi draft berhari-hari, wkwk..

      Yah, sukur deh kalo nggak jadi Owl, kalo nggak tiap malem kamu bilang "kuk kuk kuk kuk" ahaha..

      Delete
  7. Semoga buku pertamanya segera terbit ya mbak. πŸ‘

    ReplyDelete
  8. Sebenarnya kadang awalnya asal-asalan, seiring waktu jadi sangat menikmati dan jadinya pakai hati.

    Kayak saya, dulu awalnya nulis ya sesuka hati sih, akhirnya memaksa diri untuk lebih rutin dan dengan hati, lama-lama jadi terbiasa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya juga sih, sama sebenernya, awalnya cuma iseng, eh sekarang jadi ketergantungan sama nulis, ibaratnya kalo nggak nulis kayak ada yg ilang gitu, hihi..

      Delete
  9. Menulis itu obat buatku :) . Dari SD aku udh suka menulis walo hanya dari buku harian :). Baru setelah internet masuk, aku mulai bikin blog di Friendster dan multiply awal2 :D. Baru setelah itu di blogspot dan wordpress terakhir.

    Tiap kali jenuh, aku pasti menulis, walo cuma sekedar bikin draft, tp ampuh ngilangin sumpek2 yg dirasa :). Alasan lain kenapa aku menulis, Krn aku pelupa mba. Sementara aku hobi traveling dan kuliner. Jadilah semua pengalaman2ku ngetrip, itu aku tulis di blog. Kali aja suatu saat mau datang lagi, aku ga perlu susah payah inget, tinggal baca cerita yg aku bikin :). Syukur2 bisa membantu orang lain :) . Makanya aku ga pernah mau nulis asal2an.

    Tulisan yg skr mungkin blm sebagus para travel blogger. Tp setidaknya saat menulis itu, aku beneran pakai hati :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waw! Aku serasa baca cerpen deh, hehe..

      Betul mbak Fann, menulis sebenernya sebagai ingatan kita juga ya. Kayaknya kebanyakan murid SD dulu rajin nulis buku harian ya, bahkan waktu perpisahan sekolah, satu kelas tuh bakal ikutan ngisi buku harian kita buat kenang-kenangan, haha..

      Aku udah mampir ke dcatqueen loh, templatenya cute abis, disambut sama si kucing lucuk :D

      Delete

Sponsored by Bali Digital Marketing Agency

Silahkan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.