Cerpen: Malam Minggu

Blooming Sparkly Red Rose

Cerpen: Malam Minggu



Cerpen malam minggu

Setiap pagi Jhoni selalu rajin membersihkan motor maticnya hingga mulus kinclong. Sampai-sampai semut bisa kepeleset.

Dengan santai dan bersenandung Ia mengerjakan kegiatannya di pagi itu.

"Wah wah wah... Nggak bosen tuh motor di cuci terus Jhon? Rajin banget," kata Pak Aji, pemilik rumah kontrakan yang ditempati Jhoni.

Jhoni tertawa kecil, "Biar enak dipandang Pak," sambungnya.

"Eh Jhon, jangan lupa ya besok waktunya bayar kontrakan," kata Pak Aji lagi, mencoba mengingatkan.

"Siap bosku..." sahut Jhoni.

***

Malam ini Jhoni berencana pergi ke distro langganannya. Ia ingin membeli beberapa helai pakaian juga sebuah topi.

Sesampainya di distro, Jhoni bertemu seorang teman lama, lebih tepatnya teman lama yang pernah mengisi hati Jhoni.

"Jhoni," sapanya.

Jhoni bersikap seolah santai, "Hi Din," sapanya balik.

"Kamu apa kabarnya?" tanya Dinda.

"Aku baik," setidaknya aku bisa menjawab dengan cukup baik didepanmu, batinnya bergumam.

Mereka terdiam sejenak dan seorang pria bertubuh tambun dan berwajah jerawatan keluar dari distro.

"Sayang, ayo kita cari makan," ujar pria itu.

Dinda mengangguk, "Jhon, aku duluan ya. Take care," dan berlalu memasuki mobil sedan bercat hijau menyala.

"Thanks," jawab Jhoni singkat.

Jhoni langsung berbalik badan, "Oalah Din, masih cakepan aku kali sama itu orang. Mulai rabun kali tuh cewek," ucap pelan Jhoni sembari memasuki distro.

***

Sesampainya dirumah, Jhoni membongkar barang belajaannya. Membuka labelnya satu persatu.  Sementara topinya Ia gantung bersama topi-topi lain.

Jreng... Jreng... Jreng... Jhoni mencoba bermain dengan gitar yang Ia miliki sejak jaman SMA. Suaranya memang tak terlalu bagus, tapi Ia bisa memainkan hampir semua lagu. Maklum saja, dulu Jhoni adalah gitaris band yang show dari kafe ke kafe.

Sekedar mengisi waktu luang setelah pulang kerja, Jhoni selalu bergenjreng ria. Sehingga tak jarang pula Pak Aji menghampirinya untuk menyanyikan lagu-lagu jaman old. Dan lagu andalan Pak Aji adalah kolam susu.

"Jhon Jhon, kolam susu Jhon," kata Pak Aji yang tiba-tiba datang sehingga membuat Jhoni terkedjoet.

Usai menyanyikan 3 lagu dan itu lagu jadul semua, Pak Aji tiba-tiba menanyakan Jhoni perihal malam minggu.

"Jhon, kamu ini sebetulnya sudah punya pacar atau belum sih? Kok saya lihat setiap malam minggu pasti kamu nongkrong disini sambil gitaran," tanya Pak Aji serius.

"Kalau pacar sih belum punya pak, tapi kalau yang lagi deket ada, deket banget malah," jawab Jhoni tak kalah serius.

"Naah... Kapan-kapan ajak dia main kesinilaah.. Kenalin sama saya. Biar saya nilai dia. Gini-gini saya dulu playboy lho, jadi ya tau lah tipe-tipe wanita, cukup lihat dari fisiknya saja saya bisa tau," jelas Pak Aji sok tau.

Jhoni hanya nyengir menghargai, "Malam minggu besok saya jalan bareng dia kok pak," lanjut Jhoni.

"Nah itu baru namanya pria sejati. Selalu menyenangkan wanitanya, bener toh? Bener dong, hahaha..." ujar Pak Aji sembari menepuk keras pundak Jhoni dan kemudian berlalu.

"Dasar orang tua kegatelan," gumam Jhoni kesal.

***
Sepulang dari kantor, Jhoni terlihat lelah. Dan akan lebih lelah lagi karena ulah Pak Aji yang kepo soal wanita yang sedang dekat dengannya.

"Jhon, manaa... Katanya mau diajak kesini. Saya sudah nungguin dari tadi lho. Aah.. Kamu ini gimana sih Jhoon Jhon," ucap pria paruhbaya itu.

Jhoni hanya menjawab, "Iya paakk," dan berlalu masuk kedalam rumah.

***
Malamnya tepat pukul 7, Jhoni sudah terlihat rapi, wangi dan super tampan. Namun lagi-lagi Pak Aji memergokinya saat hendak menutup pintu.

"Lah, Jhon, mana toh? Kok sudah mau berangkat kamu ini," lagi-lagi Pak Aji kepo.

Sambil mengunci pintu, "Masa nggak lihat sih pak. Itu lho dia ada didepan, pake baju putih, udah dari tadi nungguin saya," jawab Jhoni, kali ini Ia sedang memakai sepatu.

Pak Aji celingak-celinguk penasaran, sampai mengernyitkan dahinya mencari sosok yang dimaksud Jhoni. Namun tak ada seorangpun di halaman depan maupun sekitaran pintu gerbang.

"Pak, saya berangkat dulu ya. Ohya Pak, nama gebetan saya Beaty, kulitnya putih mulus, bersih, kinclong dan wangiii..." ungkap Jhoni sambil menepuk pelan pundak Pak Aji, pamit dan lalu bergegas melaju.

Tanpa ekspresi, Pak Aji masih menoleh kiri kanan. Bulu kuduknya mulai serentak berdiri. Lalu lari terbirit-birit masuk kedalam rumah dan cepat-cepat mengunci pintu.

Sementara di jalan, Jhoni tertawa habis-habisan. Padahal yang dia maksudkan Beaty adalah motor kesayangannya, Honda Beat warna putih.

*Cerpen Malam Minggu ini pernah tayang di Line Today 29/06/2020*


Gif: tenor.com


Posting Komentar

28 Komentar

  1. wkwkwkwkwk :D akibat kebanyakan kepo sama urusan orang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keterlaluan yakaan, akhirnya kena prank πŸ˜‚

      Hapus
  2. Ha..ha.. Nama sepeda motor aja cantikπŸ˜‚. Tapi saya kirain tadi yang malam mingguan sama jhoni malah pak aji.

    BalasHapus
  3. Aku iri sama si Jhoni. Dia menyayangi bahkan utk motornya sekalipun. Eh, aku selama ini menelantarkan si blacky yg udah 10 tahun menemaniku. jadi pengen mandiin si blacky hehe

    www.ghinarahmatika.com

    BalasHapus
  4. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ yang jadi paling setia memang motornya si jhoni. Haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jhoni sama motornya aja setia apalagi sama wanita, haha..

      Hapus
  5. Hahaha dikira cerita horor beneran mbak. Ternyata joni cinta sama motor matiknya

    BalasHapus
  6. salah kira si bapak, hahaha. etapi, motor emang layaknya kekasih sih buat para cowok ya

    BalasHapus
  7. Hahaha, ngadepin orang kepo memang harus dengan strategi yang tepat yaa. Biar enggak terus-terusan nanya melulu. Bentuk perhatian sih iya, tapi rada mengganggu.

    BalasHapus
  8. Hahaha, beaty cantikkkk wkwkw. Aku punya teman dulu punya motor beat putih dinamain shiro, wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, udah macem nama gukguknya Sinchan yak, wkwk..

      Hapus
  9. Hahaha Aku juga mo merinding tadinya kirain horor beneran ang ternyata wkwkwk

    BalasHapus
  10. Makanya pak aji jangan kepo kepo amaaat nanti disamperin si beaty beneran baru tau deh 🀣

    BalasHapus
  11. Udah siap" kaget karena dikira cerpen hororr erh ternyata bukan wkwkwk. Bagus jalan ceritanya, amanatnya juga terampaikan dengan baik ditunggu next cerpennya kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. semoga bisa bikin cerpen semacam ini lagi, hehe..

      makasih banyak kak Anda ^^,

      Hapus
  12. Gimana nggak mulus, tiap hari dimandiin πŸ˜‚

    BalasHapus

Sponsored by Digital Marketing Agency Bali

Silahkan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.