Awal yang mengerikan datang dengan perlahan

Yang lalu mengetuk kenyamanan dalam kebersamaan

Seakan tak tahu keadaan yang telah memperingatkan


Seakan telah merasa hebat dengan segala imunitasnya

Hingga datanglah akhir yang merugikan

Menyengsarakan berbagai kehidupan

Bahkan sangat..

Begitu cepat merejalela

Membuat seolah jarak begitu sangat utama

Bagaikan angin yang berhembus dari segala sisi

April Yang Dinanti, baca puisinya ya. Bikin sedih..

Yang mampu merebahkan kekuatan

Menjadi kelemahan yang haqiqi

Sungguh miris !

Ingin sejenak melupakan wabah ini

Dan mempersiapkan diri menyambut Ramadhan tahun ini

Yang hanya tinggal menghitung hari

Apakah akan dimiliki kembali sebuah kenyamanan Ramadhan yang begitu dinanti?

Saatnya lawan Covid-19. Baca puisinya disini, biar makin semangat!

Rindukan tarawih penuhkan masjid dan mushola

Rindukan berbuka puasa penuh nikmat dalam kebersamaan

Berdoa dengan penuh keyakinan

Berharap hanya pada Sang Pencipta

Semoga Ramadhan yang di rindukan tetap bisa berjalan nyaman

Dengan ibadah-ibadahnya yang membawa banyak keberkahan

Kyndaerim, Blog Puisi, Puisi: Rindukan Ramadhan