Cerpen: Ketika Niko Memilih



Cerpen, IndiHome, Internet Keluarga, Internetnya Indonesia, Cerpen IndiHome, Telkom Group


“Nikooo.. Nikoo.. Kamu ngapain? Dipanggilin dari tadi kok nggak nyahut, siiih. Udah packing belum? Kita berangkat lusa, lho..” kata Mama yang melongok ke kamar anak lelaki 15 tahunnya itu. 

“Yah, Maa.. Niko nggak ikut ke rumah Nenek Kakek, yaa. Bosan ah, di sana entar nggak bisa main game. Niko di rumah aja sama Bi Tun, ya,” jawab malas Niko sambil asyik bermain game di handphonenya. 

Mama Niko pun geleng-geleng, lalu menutup kembali pintu kamar. 

*** 

Besok paginya di meja makan, “Niko, kamu serius nggak mau ikut? Nenek sama Kakek udah kangen banget lho sama kamu, memangnya kamu nggak kangen?” tanya Papa sekaligus menggodanya. 

“Kangeen.. Niko kangen kok sama Nenek Kakek. Tapi di sana itu susah sinyal, Pa. Nanti kalau ada yang hubungi Niko, gimana? Kalau ada yang mau ngajak mabar? Kan jadi susah, Pa..” jawab Niko dengan berbagai alasan. 

Papa dan Mamanya sampai saling pandang. Papanya geleng-geleng sembari memberi kode kepada Mama, untuk bergantian membujuknya. 

Bukan malah membujuknya, sang Mama malah meledeknya, “Ehm.. Memangnya anak Mama ini sesibuk apa sih sampai-sampai dicariin banget sama orang-orang??” 

Papanya lantas tersenyum, “Ya udah, ayo, berangkat, Papa nggak mau ya kalau kamu telat, nanti malah dicariin sama guru BP.” 

Papa dan Niko pun bergegas pergi setelah pamit dan mencium tangan Mama. 

*** 

Di sekolah, Niko tampak gusar saat jam istirahat, sambil duduk di kursi lapangan dan menyedot minuman kotaknya yang ia beli dikantin, “Hei, Niko! Di sini kamu ternyata. Dicariin ke mana-mana,” kata Aldi yang tiba-tiba datang. 

“Kamu jadi liburan ke mana, Al?” tanya Niko. 

“Aku sih mau ke Bali. Kalau kamu ke mana? Jangan-jangan berkunjung ke rumah Nenek lagi, ya?” tebak Aldi. 

“Enggak lah.. Di rumah Nenek aku tuh nggak ada sinyal, aku nggak mau mati bosan di sana. Mending di rumah aja, ada IndiHome, aku jadi bisa Cerita Tanpa Batas, main game sepuasnya dan juga bisa nonton TV dengan banyak pilihan channel,” terang Niko. 

“Iya iyaa, aku tahu. Kan aku juga pakai IndiHome. Kamu tuh ngomongnya udah kayak sales-nya aja, wahaha..” kata Aldi terbahak. 

*** 

Libur telah tiba, Papa dan Mama Niko sudah bersiap menyusun tas dan keperluan mereka ke dalam mobil, “Niko, kamu beneran nggak ikut Papa sama Mama? Dua minggu, lho ini.. Nanti kamu nyes..” belum lagi Mama menyelesaikan kalimatnya, namun Papa memangkasnya sembari merapikan bagasi mobilnya, “Ya udah lah, Ma. Niko juga kan udah bukan anak kecil lagi, biarin aja dia putusin sendiri apa maunya.” 

Niko pun tampak bahagia, karena sang Papa mendukung keputusannya itu, “Seriusan Pa?! Niko dibolehin nggak ikut ke rumah Nenek Kakek?” 

Papanya mengangguk, “Tapi ingat, kamu harus jadi anak baik dan sopan. Jangan ngelakuin hal aneh, ya. Kamu itu sudah SMP, sudah tahu mana yang baik dan nggak baik,” dan memberi nasihat. 

“Siap, Pa! Niko janji. Niko nggak akan bosan, selama ada IndiHome Internet Keluarga.” tuturnya meyakinkan. 

“Ayo, Ma, kita berangkat, keburu siang nanti. Kamu baik-baik ya sama Bi Tun. Bi, titip Niko, ya. Kalau dia aneh-aneh, segera telepon saya,” pesan tegas Papa kepada Niko. 

Tak lupa Mama memeluk erat anak semata wayangnya itu. 

“Daaa, Paa, Maa.. Titip salam sama Nenek Kakek, yaa.. Daaa,” 

Ketika mereka sudah masuk ke mobil, “Papa yakin mau ninggalin Niko sendirian?” tanya Mama. 

“Ma, Papa tahu apa yang Papa lakuin. Cukup ikuti aja cara Papa mendewasakan anak kita. Lagian Papa tahu apa yang bakal terjadi beberapa hari ke depan, Papa yakin dia bakal bosan,” jelas Papa Niko. 

Mamanya pun sedikit merasa cemas, “Hmm.. Semoga Niko bisa jaga diri.” 

*** 

Perjalanan Jakarta ke Bandung yang ditempuh selama kurang lebih 2 jam itu cukup ramai lancar, dan tidak ada suara clarkson yang bersahutan. 

“Mama tahu kan tujuan kita ke Bandung apa? Yah memang benar liburan,” ujar Papa membuka percakapan. 

Mama mengangguk, “Iya, Pa. Mama juga udah kangen sama suasana di rumah Ibu dan Bapak yang super adem, bikin tenang pokoknya.” 

Tak berapa lama mereka pun sampai dengan selamat. 

“Ibu, Bapak.. Sehat?” Mama menghampiri lalu menyalami dan memeluk mertuanya itu dengan rasa rindu yang mendalam. 

Namun, mata Nenek tidak berhenti mencari keberadaan Niko, cucu lelaki kesayangannya itu, “Jadi, Niko beneran nggak ikut ya? Padahal Nenek udah kangen banget pengen ketemu cucu tersayang,” kata Nenek yang merasa sedikit kecewa. 

“Iya, Niko nggak jadi ikut. Niko bilang, dia juga kangen sama Nenek dan Kakeknya. Nah, seperti yang sudah saya sampaikan sama Ibu dan Bapak, kali ini Niko harus bisa berubah. Dia akan baik-baik aja, kok. Percaya sama saya,” kata Papa tenang sembari mengangkat barang-barangnya masuk ke dalam. 

Nenek dan Kakek pun tidak bisa berbuat banyak. Tapi mereka tahu, kalau yang dilakukan anaknya itu pasti yang terbaik buat cucunya. 

Setidaknya satu bulan sekali, mereka bertiga selalu datang ke Bandung. Dan sebenarnya, setiap kali diajak, Niko selalu saja mengelak dengan berbagai alasan. Namun, sang Papa selalu berhasil membujuknya untuk ikut. 

Tapi kali ini, Papa Niko ingin mencoba memberikan sedikit pemahaman kepadanya tentang makna dari menghormati dan rasa bersyukur. Terlebih, sejak Papanya memasang IndiHome Internetnya Indonesia itu sejak dua bulan lalu, kelakuan anaknya semakin seenaknya, apalagi kalau sudah bermain game. Mending mau disuruh serius jadi pro player, tapi lagi-lagi sikap malasnya selalu bikin geleng-geleng kepala kedua orang tuanya. 

*** 

Dua hari berselang, Papa dan Mama Niko sengaja baru menelponnya, karena memang sebelumnya, tidak begitu cukup jaringan di area tersebut, sehingga kalau sedang menelpon sering putus-putus atau koneksi internetnya tidak lancar. 

“Halo, Niko.. Gimana rasanya nggak ada Papa sama Mama?” to the point, begitu tanya sang Papa saat menghubunginya via video call. 

Tampak wajah melas dan lesu Niko, sepertinya Ia mulai bosan, “Paa.. Paket dataku habis,” katanya mengadu. 

“Bukannya kamu lagi di rumah? Kenapa pakai paket data?” tanya Papa. 

Helaan nafasnya terasa sangat sebal bin kesal, “Dari pagi tadi listrik di sini mati, Paaa.. Makanya Niko pakai paket data, dan sekarang udah habiiiss.. Niko jadi.. Jadi bosan, Paa.. Papa sama Mama kapan pulang?” tanya Niko yang masih belum sadar bahwa ia sedang diberi semacam pelajaran hidup. 

“Niko.. Sebenarnya Papa sudah tahu kalau minggu-minggu ini akan ada pemadaman listrik bergilir. Tapi Papa sengaja nggak ngasih tahu kamu. Kira-kira, kamu tahu kenapa Papa bersikap seperti ini sama kamu?” Papanya mulai serius menasehati. 

Sejenak Niko berpikir, “Karena Niko terlalu egois dan nggak mikirin perasaan orang lain ya, Pa?” jawabnya sendu. 

“Naah.. Itu kamu ngerti. Sekarang, kamu masih mau berbuat sesuka hati tanpa mendengarkan Papa sama Mama? Tanpa mikirin perasaan Nenek sama Kakek yang udah kangen banget sama cucunya yang tampan ini?” lanjutnya. 

Setelah itu, Mama, Nenek dan Kakek ikut muncul dalam layar, “Nikoo.. Kamu sehat-sehat kan, Nak? Mama cuma bisa ngikutin apa kata Papa kamu, dan syukurnya, kamu udah bisa ngerti yah kenapa Papa begini sama kamu..” sambung sang Mama. 

“Maafin Niko yah Pa, Ma, Nenek sama Kakek. Niko janji, Niko nggak akan egois lagi, dan nggak akan cari-cari alasan lagi kalau diajak ke rumah Nenek sama Kakek,” ungkap maaf Niko atas segala keegoisannya itu. 

“Iya Niko sayang, Nenek sama Kakek nggak pernah marah kok sama Niko,” sambung Nenek, mencoba menenangkan cucunya. 

Setelahnya, Papa memberikan kabar gembira kepada Niko, Nenek dan Kakeknya, “Papa punya kabar baik, nih. Papa udah jadwalkan pemasangan IndiHome di rumah Nenek sama Kakek. Karena di area dekat sini, sudah ada tower dari Telkom Group. Jadi, nggak ada lagi nelpon putus-putus,” semua pun merasa bahagia mendengar kabar tersebut. 

“Pantes aja ini jaringannya lancar banget yah, Pa,” timpal Niko. 

“Ohya, Papa hampir lupa. Kemarin Papa lihat Info di media sosial, ada lomba Cerpen IndiHome . Sebagai pengikat kepercayaan Papa sama kamu, kamu wajib ikut ya, dan harus bisa diselesaikan sebelum Papa dan Mama pulang. Selain itu, Papa juga sudah daftarkan kamu di Limitless Esport Academy by IndiHome, supaya skill bermain game kamu semakin baik, dan lebih bermanfaat nantinya. Apalagi tahun ini kamu akan masuk SMA, kan. Selain kamu harus bisa bersikap dewasa, kamu juga harus sudah bisa menentukan akan jadi apa kelak,” jelas Papa Niko. 

Niko pun langsung mengiyakannya dan akan semangat berubah demi kebaikan dirinya sendiri. 

  

S E L E S A I



Posting Komentar

0 Komentar