Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Pretty Black Cat

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE



Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE, kolaborasi kang maman dan mice

Siapa yang nggak tahu JNE? Setiap ada teriakan, PAKEEET..!! wuaah, rasanya bahagia sekali. Eh, pas buka pintu, tahunya paket buat tetangga sebelah, KZL sih, wkwk..

Deklarasi Hari Bahagia Bersama ini dicanangkan oleh salah satu ekspedisi tersohor, JNE. Sebagai wujud rasa syukur JNE yang telah setia hadir di tengah masyarakat selama 31 tahun tepatnya 26 November 1990 (wah seumuran nih kita, tuaan saya lagi, wkwk), JNE akan selalu memberikan yang terbaik dan senantiasa berbagi kebahagiaan.

"Connecting Happiness", adalah tagline JNE yang senantiasa menghubungkan kebahagiaan ke manapun kepada siapapun. Terlebih merupakan sebuah kebahagiaan lagi untuk JNE, karena tahun ini berhasil meluncurkan sebuah buku berjudul "Bahagia Bersama", tepatnya Selasa (7/9).

Acara peluncuran buku "Bahagia Bersama" ini disiarkan secara live di channel YouTube JNE dan melalui virtual Zoom. Dihadiri oleh sosok-sosok menginspirasi yang nggak asing lagi, di antaranya, M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, Maman Suherman seorang Penulis dan Penggiat Literasi yang akrab disapa Kang Maman, ada pula "Mice Cartoon" alias Muhammad Misrad seorang kartunis, ada Andy F. Noya seorang Jurnalis, Melanie Subono seorang seniman, dan Ivan Gunawan.

Kisah Inspiratif Berbahagia dan Berbagi Kebahagiaan

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Saya merasa takjub mendengar cerita para nara sumber yang tidak lupa untuk selalu berbahagia dan membahagiakan. Bukan karena sosok-sosok ini adalah orang terkenal, tetapi karena memang bahagia itu wajib dan bisa dimiliki siapapun tanpa harus memandang siapa dia, atau sesukses apa dia.

Berbagi Hikmah dan Kebahagiaan Melalui Tulisan

Kang Maman bercerita, bahwa sangat bahagia karena bisa bekerjasama dengan JNE untuk membuat buku Bahagia Bersama yang rampung hanya waktu dalam tiga bulan. Setelah berbagai drama yang dialami selama kurang lebih 3 tahun, hihi..

Kang Maman juga menyampaikan bahwa beliau terinspirasi dari poin berbagi, memberi, dan menyantuni, seperti yang selalu dilakukan JNE. Setelah itu, Kang Maman menghubungi orang-orang yang tahu betul bahwa JNE melakukan 3 poin tersebut, bukan sekadar slogan belaka.

Kang Maman melanjutkan, bahwa beliau pernah menulis sebuah buku tentang perdagangan manusia (Human Trafficking), dan Kang Maman juga pernah menjadi salah satunya, sampai beberapa luka masih membekas, dan seakan menjadi saksi.

"Saya bercita-cita kalau menulis bukan untuk kesenangan pribadi, tetapi ada sesuatu yang membuat senang pembaca dan terdapat hikmah di dalamnya." (Kang Maman)

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Buku tersebut ternyata banyak dibaca oleh para penyintas trafficking, bahkan ada yang gagal bunuh diri setelah Kang Maman melakukan pendekatan dan trauma healing. Satu lagi cerita Kang Maman yang membuatnya sangat menginspirasi adalah, kisah dari almarhumah adik Pak Feri (Direktur JNE), di mana saat beliau masih terbaring sakit, tapi beliau masih sempat memberikan santunan kepada salah seorang anak untuk biaya sekolah.

Melalui kisah-kisah itulah Kang Maman terus terinspirasi untuk menuangkannya dalam tulisan, terkhususnya dalam buku Bahagia Bersama ini.

Pilihan Hidup yang Membawa Kebahagiaan

Selanjutnya cerita bahagia yang disampaikan Ivan Gunawan, di mana pilihan hidupnya yang sekarang sebagai seorang designer dan entertainer sangat didukung dan diberi kepercayaan oleh keluarga besar.

"Saya merasa bahwa apa yang saya punya itu tidak sepenuhnya milik saya, itu yang menjadi tolak ukur bagaimana saya bisa membahagiakan orang-orang disekitar saya." (Ivan Gunawan)

Membahagiakan orang-orang terdekat kemudian membahagiakan orang dari luar itu, harusnya memang sudah menjadi kebiasaan kita sebagai sesama makhluk ciptaanNya. Membahagiakan orang-orang itu bukan dalam bentuk materi saja, tetapi juga bisa melalui perhatian, semangat, dukungan, doa, dan sebagainya. Jadi setiap orang mempunyai caranya sendiri untuk membahagiakan orang lain.

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Selain itu, menurut Igun, menjalani hidup sederhana itu adalah selama kita bisa jujur dalam berkarya, jujur dalam berkreasi, serta jujur dan bangga menjadi diri sendiri, hal itu merupakan suatu kebahagiaan yang nggak bisa digambarkan dengan apapun.

Tawa dalam Berkarya Ciptakan Rasa Bahagia

Selanjutnya beralih ke cerita bahagia seorang kartunis, Mas Mice, beliau menyampaikan bahwa seorang kartunis harus menciptakan karya yang lucu, jika tidak, maka tidak akan ada yang tertawa.

"Pekerjaan saya ini enak sekali ya, ketika berproses berkarya saya sudah ketawa-tawa, sudah bahagia tuh saya, ketika karya saya dibaca oleh orang dan orang itu tertawa, maka double bahagia saya, karena saya menghibur diri saya sendiri sekaligus bisa menghibur orang lain." (Mice Cartoon)

23 tahun sudah Mas Mice mendalami profesinya sebagai seorang kartunis, bahkan sudah selama 17 tahun dikontrak oleh salah satu harian nasional, dan baru dua kali datang ke kantornya, jadi ceritanya sebelum pandemi pun beliau sudah WFH, haha..

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Karya yang Mas Mice buat adalah realita dari negeri ini. Maka dari itu, Mas Mice nggak pernah kehabisan ide untuk berkarya. Selain itu, menurutnya, bahwa menyampaikan pesan lewat kartun adalah cara aman, sekalipun mengkritik keras, tetapi tetap dengan cara yang lucu, jadi nggak mungkin ada yang tersinggung.

Mindset Berbagi, Memberi dan Menyantuni Tertanam Sejak Dulu

Kisah inspiratif selanjutnya datang dari Direktur JNE, Pak Feri. Beliau menyampaikan bahwa JNE dengan slogannya berbagi, memberi dan menyantuni merupakan mindset yang ditanamkan sejak dulu oleh founder JNE yaitu ayah dari Pak Feri sendiri, Pak Soeprapto. Padahal, saat itu JNE adalah perusahaan yang baru saja berdiri, tetapi sangat berani untuk senantiasa berbagi, memberi dan menyantuni.

"Sebagai umat muslim tentu selalu diingatkan untuk menjadikan Rasulullah sebagai teladan, dari situlah kita belajar dan banyak mengerti, bahwa berbuat baiklah dulu baru kita akan mendapatkan sesuatu, jadi jangan menunggu kaya untuk mendapatkan sesuatu." (M. Feriadi Soeprapto)

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE


Banyak Cara Untuk Berbagi Kebahagiaan

Berikutnya cerita dari Andy F. Noya sebagai seorang Jurnalis dan Pendiri BenihBaik.com, mengatakan bahwa masih banyak orang yang menganggap bahwa berbagi itu harus menunggu sejahtera diri sendiri dulu, entah itu harus punya gaji yang berlimpah dulu, atau punya rumah dulu, atau punya mobil dulu, dan seterusnya. Sampai pada akhirnya orang-orang tersebut malah tidak sempat berbuat baik sampai akhir hayat dan jadi tidak menemukan kebahagiaan. Padahal yang demikian itu adalah salah kaprah.

"Berbagi itu tidak harus materi, tetapi juga berbagi ilmu." (Andy F. Noya)

Bang Andy melanjutkan, bahwa zaman sekarang ketika kita ingin berbagi bukanlah sebuah hal sulit, sekalipun hanya sedikit dari materi yang kita miliki atau dalam bentuk apapun, karena sekarang ada platform benihbaik.com yang bisa menjembatani orang-orang untuk berdonasi berapapun nilainya.

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Ada satu pertanyaan muncul, ketika kita sukses kenapa ya kita tetap nggak bisa bahagia? Jawabannya adalah sukses itu bukan dinilai dari seberapa kaya kita atau seberapa banyak harta kita, tetapi lebih kepada seberapa banyak hidup kita bisa berdampak terhadap orang lain, maka dari situlah kita bisa menemukan kebahagiaan yang haqiqi.

Bagian terlucu dari segmen Bang Andy adalah, beliau menyampaikan bahwa orang-orang yang botak itu berarti dia sudah menemukan kebahagiaannya sendiri. Pada tahu dong siapa yang botak dari para nara sumber ini, hihi..

Rumah Harapan Selalu Memulai Dari Hal Kecil

Beralih ke Melanie Subono yang merupakan seorang seniman sekaligus Pendiri Rumah Harapan Melanie. Gerakan Rumah Harapan ini sudah berdiri sejak 2007 silam, di mana Rumah yang dimaksud adalah Indonesia, dan Harapan adalah milik siapapun.

Bermula dari hal-hal kecil disekitar Jakarta, di mana hal tersebut adalah permintaan dari orang-orang yang tinggal menghitung jam (dalam arti sedang sakit). Dan setelah mereka mendapatkan hal yang diinginkan, mereka benar-benar "pergi".

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama oleh JNE

Berangkat dari hal itulah Rumah Harapan masih terus eksis untuk membantu siapapun di manapun, mulai dari hal-hal kecil yang bisa berdampak besar bagi orang tersebut.

"Jangan mati sebelum berguna, sekecil dan sebesar apapun, karena kita nggak tahu waktu kita sampai kapan." (Melanie Subono)

Dalam beberapa hal keterbatasan Rumah Harapan, kalau tidak ada "connector" seperti JNE, maka Rumah Harapan nggak akan bisa menyampaikan "happiness" kepada banyak orang. Intinya, kita butuh bekerja sama untuk bisa berbagi kebahagiaan.

Deklarasi dan Peluncuran Buku Bahagia Bersama

Tepat di tanggal 7/9/2021, Hari Bahagia Bersama di deklarasikan dengan penuh rasa bahagia. Bersama dengan peluncuran buku Bahagia Bersama, JNE mengajak semua orang untuk merayakan Hari Bahagia Bersama setiap tahunnya.

Buku Bahagia Bersama adalah hasil kolaborasi JNE, Kang Maman dan Mice, dengan tema berbagi, memberi dan menyantuni. Buku Bahagia Bersama adalah buku yang sangat menginspirasi. Karena buku Bahagia Bersama merupakan kumpulan kisah nyata yang berasal dari orang-orang yang inspiratif, karena senantiasa berbahagia dan berbagi kebahagiaan.

Kamu penasaran dengan buku Bahagia Bersama dan nggak sabar untuk ikut terharu membaca kisah-kisah inspiratif di dalamnya? Tenaaang.. Karena kamu bisa memesan dan membeli buku Hari Bahagia Bersama di Toko Buku Gramedia terdekat, di website gramedia.com, atau melalui Toko JNE di e-Commerce Shopee dan Tokopedia. Setelah ituuu.. Selamat menunggu teriakan PAKEEET..!! untuk Buku Bahagia Bersama..

Semoga saya, kamu dan kita semua senantiasa bisa berbagi, memberi dan menyantuni yaa.. Sampai jumpaa..



Posting Komentar

2 Komentar

  1. jangan lupa bahagia hari ini :D

    BalasHapus
  2. Wah beneran inspiratif ya bukunya. Lihat tulisan ini aja rasanya menyentuh

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.