Tips Menulis Novel Viral dan Laris Bersama Najhaty Sharma

Pretty Black Cat

Tips Menulis Novel Viral dan Laris Bersama Najhaty Sharma



 

Tips Menulis Novel Viral dan Laris

Alhamdulillah, sampai di hari ke 20 ODOP ICC x Mubadalah. Jujur, saya sih makin semangat ya, walau ada beberapa yang telat di posting karena kendala hujan deras beberapa hari ini, yang mengakibatkan jaringan Wifi kurang bersahabat, haha..

Di ODOP Day 20 ini alhamdulillah diadakan sesi sharing time yang kedua, dengan tema,

"TIPS MENULIS NOVEL VIRAL DAN LARIS"

Bersama mbak Najhaty Sharma. Dengan Host ibu Karimah Iffia Rahmah, yang dibuka dengan sambutan dari Kang Abdullah sebagai content creator di Mubadalah.

Perjalanan Najhaty Sharma sebagai Penulis

Najhaty Sharma, akrab disapa mbak Haty ini adalah seorang lulusan Pondok Pesantren Annur Maron Purworejo dan hobi membuat cerpen dan juga cerbung. Waktu itu pertama kali mbak Haty mencoba mempublikasikan cerpen dan cerbungnya melalui media sosial Facebook, dan tanpa diduga-duga, ternyata banyak sekali peminatnya.

Kemudian, mbak Haty mulai mencoba peruntungan untuk membukukan ceritanya dalam bentuk novel. Ternyata, hanya dalam waktu satu bulan pasca launching novel pertamanya Dua Barista, sukses terjual sebanyak 3300 eksemplar, luar biasa sekalii..

Selain Novel Dua Barista, mbak Haty juga sudah banyak menerbitkan buku-buku lain lho, seperti Kumpulan Cerpen Lipstik, Kupu-Kupu Marrakesh, dan antologi lain yang ditulis bersama penulis lainnya.

Mbak Haty bercerita, bahwa semua novelnya tidak ujuk-ujuk menjadi viral. Karena, memang dari awal mbak Haty menulis cerita-ceritanya adalah dengan ancang-ancang atau dengan kata lain sudah direncanakan sebelumnya. Jadi, tetap ada kerja keras untuk mempromosikan novel-novel tersebut.

Mulai dari menulis cerita dalam waktu yang lama, memikirkan strategi marketingnya bagaimana, intinya tidak ada yang instan untuk menjadi berhasil, tidak asal melempar cerita, berpikir untung-untungan, atau lain sebagainya. Jadi semua memang ada proses panjang yang dilakukan.

Bagaimana Novel Bisa Diterima Semua Kalangan?

Mbak Haty menyampaikan, bahwa ada dua hal yang harus menyatu dalam keberhasilan sebuah novel yang bisa diterima dan terjual lebih dari ribuan eksemplar, kedua hal tersebut adalah:

Pertama tentang kekuatan sebuah cerita

Dimana sebelum menulis harus terlebih dahulu fokus pada konstruksi sebuah cerita. Karena apabila tahapan ini tidak dipikirkan dengan matang, maka akan timbul kebingungan untuk mengakhiri sebuah cerita. Inilah yang biasa dibilang ceritanya gantung, haha.. Dan berikut adalah tahapan dalam membuat konstruksi cerita, antara lain:

1. Penokohan

Dari segi penokohan ini adalah sangat penting untuk menarik pembaca agat membaca cerita kita dari paragraf awal sampai akhir. Untuk menulis sebuah cerita, kita harus siapkan terlebih dahulu tokoh laki-laki dan perempuan. Kemudian, memahami karakter dari masing-masing tokoh, supaya kita bisa merasakan apa yang si tokoh itu rasakan. Misalnya di dalam cerita Novel Dua Barista, ada tokoh perempuan yang tidak bisa hamil. Disitu kita harus merasakan bagaimana jika berada diposisi yang sama.

Jadi, menulis itu bukan hanya asal menulis atau mengalir begitu saja, namun benar-benar merasakan situasi yang demikian.

2. Latar

Dimana latar ini sebisa mungkin kita bangun memang benar-benar ada di dunia nyata. Sehingga orang membaca sambil membayangkan tempat terjadinya cerita.

3. Konflik

Dimana konflik ini berarti permasalahan yang terjadi dalam cerita berikut dengan solusi atau pandangan-pandangan yang disampaikan. Disini sebelumnya, kita juga harus membaca banyak motivasi, petuah-petuah, sehingga apa yang kemudian kita tulis itu memang benar bisa menjadi pelajaran, baik untuk diri sendiri atau untuk orang lain.

4. Ciptakan Plot Twist

Ada baiknya kita pelajari semua bagian dalam cerita. Agar tidak membuat kaget di awal cerita, dan berakibat biasa pada ending cerita. Hal itu juga harus kita hindari supaya pembaca tidak mudah bosan sehingga penasaran dan membaca cerita sampai habis.

5. Perbanyak Dialog bukan Percakapan

Maksudnya adalah, perbanyak dialog antara karakter satu dengan karakter yang lainnya. Karena melalui cara ini, pembaca dapat langsung melihat sifat dari masing-masing karakter. Dalam dialog tersebut dapat menyisipkan hubungan antara alur satu dengan alur yang lain. Dan sebisa mungkin dialog tersebut membawa manfaat, sekalipun dialognya terbilang ringan. Bukan percakapan yang yang tidak ada habisnya.

6. Show Do Not Tell

Tunjukkan satu karakter agar lebih menonjol untuk dibahas. Jadi, bukan hanya membicarakan, tapi juga menjelaskan sosok tersebut. Misalnya, karakter tersebut romantis, dan sisi keromantisannya itulah yang lebih ditunjukkan, bukan sekedar tau bahwa dia seorang yang romantis.

7. Sisipkan Hal-hal yang Menggugah Jiwa

Hal-hal yang menggugah jiwa disini semacam motivasi, ideologi, pengalaman spiritual, dan berbagai macam hal-hal baik. Cara ini bisa membuat pembaca terenyuh, dan juga bermanfaat untuk diri kita sendiri agar menjalani hidup yang lebih baik.

8. Membuat Opening yang Menarik

Membuat opening dalam novel ternyata juga membutuhkan feel, baik dari karakter utama maupun dari penulis. Bahkan pada novel Dua Barista, mbak Haty sudah mencoba sebelas kali gagal menulis opening yang baik dan unik. Lantas, kenapa harus menulis opening yang menarik? Supaya pembaca terhindar dari rasa bosa dan menyudahi membaca. Karena, 90% rasa bosan yang dirasakan pembaca, pasti akan kita rasakan juga.

Solusi agar terhindar dari opening yang membosankan, lebih baik berhenti sejenak dari menulis, dan kembali lagi saat feel karakter utama dalam diri kita telah terkumpul lagi.

Kedua tentang kekuatan marketing

Jika kedua hal pertama dan kedua tersebut digabungkan, maka akan adanya kekuatan baru yang membantu dalam mempromosikan novel. Namun, jika berbicara tentang laris manisnya sebuah novel, maka jangan terlalu idealis terhadap apa yang kita rasakan. Artinya, kita juga harus memikirkan serta mempelajari apa yang diinginkan orang lain.

Untuk sistem marketingnya sendiri, mbak Haty lebih memilih cara organik, artinya langsung menuju kepada pembeli/pembaca. Karena lewat cara ini, kita jadi lebih tau bagaimana pendapat dari mereka, jadi harus berani dikritik, supaya bisa membangun diri juga untuk ke depannya.

Padahal zaman sekarang ini sudah dimudahkan dengan adanya Ads atau cara promosi lewat digital, contoh dari Instagram atau Facebook. Mbak Haty juga lain waktu ingin mencoba promosi melalui Social Media Ads.

Disini mbak Haty menyampaikan, bahwa lebih memilih untuk self publishing. Jadi, salah satunya adalah membentuk tim dari orang-orang terdekat. Kemudian, membangung networking, melalui facebook dan tertarget kepada emak-emak, yang memang banyak menggunakan Facebook.

Menulis dan Terus Menulis

Mbak Haty juga sempat menceritakan beberapa kegagalannya dalam menulis. Dimana cerita-cerita tersebut hanya sampai beberapa bagian saja dan tidak sampai selesai. Dan beliau tidak pernah menulis di platform digital, tapi menulis cerita-ceritanya di buku tulis, juga memilih Google Keep. Begitupun mbak Haty sering berlatih menulis agar cerita-ceritanya mudah dipahami pembaca.

Selain itu, jika sering latihan menulis, maka akan muncul teori-teori yang kita bisa ciptakan sendiri. Artinya, kita bisa mengerti bagaimana kemampuan menulis kita. Karena, setiap penulis, memiliki keunikan tersendiri.

Sementara itu, perasaan up and down juga selalu dirasakan mbak Haty dalam menulis novel yang memang tidak sedikit halamannya. Harus ada rasa terpaksa, namun tetap utamakan feel dari cerita tersebut. Dan ingat tujuan awal kita untuk menulis novel yang memang berdasarkan riset terlebih dulu. Jadi supaya perjuangan kita tidak sia-sia.

Satu hal lagi yang disampaikan mbak Haty adalah, kekuatan dan doa dari orangtua. Memang ridho serta semangat dari orangtua sangat luar biasa. Patut sekali dicontoh nih ya, minta restu kedua orangtua.

Terkadang memang, membuat orang betah menonton sebuah film adalah lebih mudah dari pada harus  menulis sebuah novel kemudian mengajak orang untuk mau betah duduk membaca sebanyak 500 lembar buku. Karena memang, di zaman sekarang banyak platform buku digital yang bermunculan.

Yups, itu tadi rangkuman pengalaman dan tips menulis novel viral dan laris ala mbak Najhaty Sharma. Semoga bermanfaat dan membuat semangat serta memotivasi diri ya buat kamu yang berniat bikin novel. Sampai jumpaa..

Sharing Session ODOPICC x Mubadalah Bersama Najhaty Sharma

Gif: canva


Posting Komentar

1 Komentar

  1. Nambahin ah satu lagi. Riser, or bisa juga dari pengalaman pribadi.

    BalasHapus

Silakan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.