Puisi: Keceriaan Dibalik Bulan Baru

Blooming Sparkly Red Rose

Puisi: Keceriaan Dibalik Bulan Baru



September Ceria, Bahagia, Senang

Separuh jalan sudah terlalui
Begitu banyak rasa yang telah singgah
Membersamai bahagianya hari-hari
Hingga sedikit temaram yang hadirkan gelisah

Tertapaki jalan yang cukup berliku
Membuat degup seakan beradu
Dibatasi jurang-jurang tepian
Yang dihimpit rasa penuh ujian

Terasa berat, sungguh teramat sangat
Seolah memperingati diri dari peliknya hidup
Menggetarkan peluh yang terasa menjerat
Kian jauhkan cahaya hingga terlihat redup

Segelintir ketakutan sempat mengancam
Menorehkan sekelumit kehampaan
Menjadikan jiwa sedikit terlupa
Bahwa ada yang telah mengatur rencana

Perlahan-lahan keberanian datang
Membaurkan hati dan pikiran yang sempat bersitegang
Membesarkan ego yang sempat kacau
Sungguh sulit tuk menghalau

Untuk berlalu dari cobaan bukan hanya berlari
Tapi juga berusaha mencari sebuah solusi
Yang dirasa cukup tuk hilangkan persoalan
Yang mampu tuk singkirkan keresahan

Lantunkan nada-nada semangat
Nikmati hidup karena dia begitu singkat
Semoga tak ada lagi benih-benih sendu
Hanya ada keceriaan dibalik bulan baru

Gif: tenor.com


Post a Comment

30 Comments

  1. september, please be nice to me.... gitu kali ya teh, hehehe. semoga september ini berkah ya teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups :D

      Aamiin.. be nice buat kita semua ya teh :*

      Delete
  2. Kalau berkomentar di sini saya selalu bingung mau nulis apa, soalnya tulisannya hampir puisi semua. Harus menafsirkan dahulu, takut salah hehe.
    Tapi jujur saja, pembawaan setiap puisi yang damai dan halus (menurut saya), cukup baik dan enak dibaca.

    ReplyDelete
    Replies
    1. isinya gado-gado loh, haha..

      alhamdulillah, makasih sudah berkenan mampir :D

      Delete
  3. untuk berlalu tak bisa berlari, tapi bersiap melewatinya dengan bekal hidup yang ,...... (apa ya yg akhiranny i lagi hihi)

    Semoga september ini memberi kebahagiaan, kemudahan, dan kesehatan utk kita semua. peluk Mba kii...

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk berlalu tak bisa berlari, tapi bersiap melewatinya dengan bekal hidup yang akan menyatakan mimpi :D

      nyambung nggak sih, haha..

      Aamiin Yaa Robb.. peluk mbak Neenaaa :)

      Delete
    2. lalu menggenggamnya erat-erat. Tanpa mimpi, hidup akan akan hambar. Tanpa mimpi hidup seperti mati. *eaaa

      jadi lanjutin puisi, hihi.

      Delete
  4. puisinya bagusss, pas banget buat menyambut bulan baru dan menggambarkan situasi sekarang dimana ketika mulai outbreak, kita semua begitu ketakutan sehingga kita lupa bahwa ada yang Kuasa. Tugas kita hanya menjalani, mencari solusi bukan lari dan menjalani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nuhun teh :D

      Alhamdulillah, banyak yang memahami arti puisi ini, hehe..

      Delete
  5. aku bukan orang puitis namun coba memahami isi puisi mbak rizky...september ceriaaa september ceriaaa miliki kita bersama gitu ya maksudnya hehe

    ReplyDelete
  6. Saya bisa kesini alhamdullilah berkat mba berkunjung dan jejak di blogger saya. Saya rasa tulisan-tulisan mba cukup menarik dan bagus. Salam kenal mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, terima kasih sudah berkunjung balik. Salam kenal kembali :D

      Delete
  7. September ceria, semoga pandemi segera berlalu. Agak loading kalau harus menafsirkan puisi aku mbak . Hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..

      Nggak perlu ditafsirkan juga sih, yang penting kebaca, hihi..

      Yah intinya, menyeriakan bulan September, gitu aja, haha..

      Delete
  8. Udah September aja ya mbak, nggak kerasa gara-gara pandemi. Emang udah nggak waktunya mengeluh dan saling terpuruk, meletakkan hidup pada Sang Pengatur. Semangat di September ceria!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups! Ayo bangkit, semangat bersatu, singkirkan pilu. Merdeka!

      Eh, monmaap terlampau semangat akutu 😂

      Delete
  9. Jadi penasaran, pas bikin puisi gini ada yang lihat tesaurus ngga sih kak untuk cari diksi yang mantul kayak gini? Keren banget puisinya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jelas mbak Ji, aku masih suka lirik-lirik kosa-kata juga kok kalo lagi blank, hihi..

      Nuhun mbak Jiii 😘

      Delete
  10. September yang biasanya ceria (karena saya ultah hehe), di tahun ini agak membuat sedih hati.. Satu lagi cobaan bertambah. Tapi mungkin ada berkal Allah di baliknya jika kita menerima dengan ikhlas dan menjalaninya dengan baik.. Semoga..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaah.. Barakalloh bu dokter. Entah kenapa bulan ultah tuh memang selalu membawa ceria ya, hihi

      Aamiin.. semoga semua ujian ini bisa terlewat dengan baik, dan pasti selalu ada berkah dibaliknya 😇

      Delete
  11. Semangat September alhamdulillah ya. Dibuka dengan puisi cantikmu mbak. Jadi syahduu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, makasih banyak mbak Nyi 😘

      Delete
  12. Puisinya bagus sekali mb aku suka bacanya❤

    ReplyDelete
  13. Semoga September ini banyak berita bahagia. Corona bisa hilang ~ hehehe. Saya nggak pandai memahami puisi, jadi hanya bisa sebatas menikmatinya :D

    Stay safe mba Rizki dan keluarga :D

    ReplyDelete

Sponsored by Bali Digital Marketing Agency

Silahkan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.