"Kamu masih kerja di bank Fi ?" tanyaku.
Rafli menggeleng, "Alhamdulillah, aku udah punya usaha kuliner. Udah ada beberapa cabang juga," ceritanya.
"Waah, sembaaah.." kataku seolah berbicara kepada seorang pengusaha sukses.
"Biasa aja dong Ri. Aku masih Rafli yang dulu kok, haha.. Btw, kamu masih jadi guru ?"
Akupun mengangguk yakin, "Masih dan akan terus mengabdi menjadi seorang pengajar. Kamu tahukan, itu impianku dari dulu," curhatku.
Terdiam sejenak.
"Ih, nggak nyambung deh, haha.."
"Nggak kok, aku tadi bareng Tio, Dio sama Mama Papanya, tapi nggak tau sekarang, aku kehilangan jejak mereka," kata Rafli sambil melihat-lihat sekitar.
"Si kembar Tio Dio ? Eh, udah sebesar apa mereka Fi ? Pasti ganteng ya mereka."
"Ah iya. TD, ayo sini. Papa kalian mana ?" tanyanya.
"Papa lagi sama mama duduk disana, capek katanya, maklum faktor U, haha.. " celetuk Tio.
Tawapun pecah antara kami berempat.
"Mmi.. Ummi.. Dicariin Ayah tuh," teriak Zia yang menghampiriku.
"Eh, iya iya bentar," responku.
"Ri, sorry banget sebelumnya. Aku nggak tau kalau kamu.. Duh, sorry banget ya Ri," ungkap Rafli berulang kali meminta maaf padaku.
"Kamu kenapa minta maaf gitu si Fi ?" tanyaku serius dan benar-benar tak tahu apa maksudnya.
"Sorry Ri, aku nggak tahu kalau kamu udah nikah dan punya anak," ungkapnya lagi.
Sontak aku terkejut dan tertawa selepas-lepasnya.
"Makin malu deh aku kalau di ketawain gini. Bodohnya aku," ujar Rafli menyesal.
Zia melihatku heran, "Eh, itu Ayah sama Ibu, Mmi," teriak Zia sembari menunjuk ke arah yang di maksud.
Raut wajah Rafli berubah drastis, "Ri, jangan bilang kamu jadi istri kedua orang itu ya ?" Rafli curiga.
Aku tertawa lagi, "Duh, amit amit deh Fi. Ayahnya Zia itu abang aku, jadi Zia ini keponakanku," jelasku.
"Harusnya aku tahu dari awal. Ya ampun Riaa.. Alhamdulillah.." sujud syukur Rafli.
Aku lagi lagi tertawa, "Ayo Fi, naik komedi putar aja biar malunya hilang, haha.." ajakku.
"Eh iya, aku beli tiket lagi ya, mumpung antriannya kosong," Rafli berlari semangat.
Aku masih sedikit menahan tawa karena kejadian hari ini.
Entah Rafli yang terlalu luas mengartikan apa yang Ia lihat, atau aku yang salah ? Karena seharusnya menjelaskan dari awal ? Haha.. Yang jelas, Rafli begitu bahagia ketika tahu bahwa aku juga masih single. Semoga jodoh. SEKIAN.



.jpg)


1 Komentar
Done BW nya 😇
BalasHapusHaii! Berkomentarlah dengan bijak dan relevan ya. Silakan baca artikel lainnya dan tinggalkan jejakmu. Terima kasih!