Cerbung: Hai! Terima kasih, Sampai Jumpa

by - September 21, 2019

Cerita ini bermula saat aku Bella berlibur ke Bali dan menginap di hotel tak berbintang. Yah karena menghemat budget juga, hehe.. Lagian aku pergi sendiri jadi bebas dan suka~suka aku mau ngapain aja.

Jam 18.40 tepat. Sampailah aku di bandara Ngurah Rai. Turun dengan perlahan namun pasti. Aku dan penumpang lain di antar oleh bis menuju ke dalam bandara. Karena aku masuk paling terakhir, akhirnya aku berdiri sambil berpegangan. Karena aku ingin mengabadikan setiap momen selama di Bali ini, aku selalu saja berselfie, termasuk di dalam bis ini. Sampai ada seorang bule yang berdiri di belakangku ikut bergaya, nggak mau kalah ya mister, haha..

Bis pun sampai. Aku berjalan menuju pintu keluar. Karena aku hanya membawa ransel dengan isi secukupnya. Lagipun cuma 5 hari. Jadi harus pandai~pandai mengatur perjalanan tanpa travel.

Menuju hotel pun aku hanya menggunakan ojek online. Jarak yang ku tempuh sekitar 15 menit dari bandara. Tak lupa aku mengambil gambar setiap patung yang iconic yang aku lewati.

15 menit berlalu. Jalanan yang kulalui termasuk ramai lancar dan setiap kali berhenti di traffic light, nggak ada tuh yang namanya melewati marka jalan. Pokoknya Bali top deh.

Yah, aku sampai di hotel tak berbintang ini. Menuju recepsionis lalu meminta kunci kamar. Ohya, paymentnya udah aku bayar duluan dong, zaman canggih gitu, haha..

"300, 301, nah, ini dia. Wah, pas di pojokan ya. Ayo ayo cepat masuk Bella," semangatku sambil membuka kunci pintu.
Tapi aku mendengar musik yang sangat keras berasal dari kamar sebelah. Aku berani dong, langsung aku ketuk aja, "Hallo, tolong kecilin volumenya yaa!! Terima kasih!!" teriakku.

Selepas meletakkan tas dan membuka jaketku, aku lalu ke kamar mandi untuk bersih~bersih. "Haah, segarnyaa.." jidatku mengkerut, lagi terdengar suara musik kamar sebelah. Namun aku tak merespon, hanya menghela napas panjang, agar batinku sedikit tenang.

Aku melihat daftar perjalananku. "Yes, see you soon Tanah Lot," karena rasa lelah yang melanda, aku pun memutuskan untuk jalan~jalan besok saja. "Aahh.. Rebahkan badan, pejamkan mata".

Tak terasa sudah jam 11 malam. Aku terbangun. "Aduh, kok pusing ya. Eh, ini tetangga sebelah apa nggak sakit ya kupingnya, malem~malem juga nyalain musik,," aku langsung menutup kepalaku dengan bantal.

Besok paginya, aku ingin komplain ke resepsionis. Namun pada saat itu mba~mbanya lagi sibuk menelpon dan banyak yang mengantri juga. Ah sudahlah, akupun melanjutkan perjalanan. Kali ini aku menyewa motor sampai 5 hari ke depan, selama aku di sini.

Berjalan berkeliling Bali, eh masih belum semua sih, yaiyalah masih 1 hari. Tanah Lot tujuan pertamaku.

Bersambung..

You May Also Like

0 Comments

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)




Supported by
 Bayu Pradana



close