Cat

11 December 2018

Cerpen: Teman Lama


"Jadi loe udah lama disini?" tanya Yoyo kepada teman lamanya Toha via telepon.

"Baru 2 bulan Yok. Belum gitu banyak tau jalan juga ini, haha... Maklumlah ya. Kerjaan juga lumayan numpuk, jadi belum sempat kemana-kemana. Satu lagi, bosnya galak banget," jawab Toha panjang lebar.


"Hmm... Besok Sabtu loe liburkan? Nongkrong yuk. Sebagai tuan rumah yang baik, gua traktir deh, gimana??" ajak Yoyo semangat.

"Bener nih. Ya maulah gua. Ketemu dimana?" Toha menyambut gembira.


"Di depan kafe D'Bro ya. Nggak jauh kok dari rumah loe. Ketemuan jam 10 ya Toh. Ok ya. Udah dulu ya Toh," kata Yoyo dan lalu menutup teleponnya tanpa kata pamit.

"Yeh, main tutup aja nih orang," kata Toha sedikit kesal.


Besok paginya pukul 10, Toha sudah bersiap. Ia mencoba menghubungi Yoyo via calling, namun seorang perempuan berbicara, 'Sisa pulsa Anda tidak mencukupi...'

Baca juga cerpen: Donat dan Susu

"Aelah... abis lagi pulsanya," Toha kesal sendiri nggak mau rame-rame.

Toha yang sedang bokek sekarat merasa bingung.


"Duh, gimana ya, nggak bisa nelpon Yoyo dong nih. Mana belum gajian lagi. Ah, pergi aja lah. Yang pentingkan udah jelas tempatnya," ucapnya dengan penuh keyakinan.

Toha pun menyalakan mesin motornya. Berjalan pelan tapi pasti, pasti entah nyampe entah enggak. Sambil melongok kiri kanan jalan, melihat plang nama bertuliskan kafe yang di maksud Yoyo.

20 menit berlalu. Akhirnya, Toha menemukan plang tersebut.

"Ah ni dia. Telepon Yoyo dulu ah. Ah, iya, pulsa gua kan abis," katanya sembari menepuk jidatnya, ya masa jidat orang lewat.


Hampir setengah jam Toha menunggu teman lamanya itu. Akhirnya, handphone Toha pun berdering, terbaca di layar handphonenya Young Lex KW.

"Ah, akhirnya nelpon juga nih orang. Halo Yok! Mana?! Gua udah setengah jam nunggu disini," ungkap Toha kesal.

"Lah, gua juga udah nunggu dari tadi Toh. Loe dimananya? Gua di depan nih," kata Yoyo memastikan keberadaan Toha.

"Gua juga di depan kali Yok. Pas deket pohon gede nih depan kafenya," jelas Toha pasti, dengan menunjuk-nunjuk sang pohon.


"Apa?! Pohon gede?! Lah, sebelah mana sih?!" tanya Yoyo, mulai geram.

"Ya ini tempat yang loe bilang Yok. D'Bro... Gym... Loh, kok... bukan kafe sih ini. Ah... gua salah yak," kata Toha terkedjoet sambil melihat sekeliling, mencari dimana letak kafe itu.

"Wkwkwk... Tohaa, Tohaa... Memang tingkat kefokusan loe nggak pernah berubah, acak-acakan, sama kayak muka loe. Tapi cocok sih loe nyasar kesitu, siapa tau loe mau bentuk body," cemooh Yoyo.


"Ah, nggak perlu lah gitu-gitu Yok. Begini aja cewek banyak yang ngantri kok," celetuk Toha dengan PDnya.

"Dasar kutil unta! Harusnya gua bawa kresek tadi. Udah buruan kesini,  Lurus aja jalannya, kafenya sebelah kanan! Kesel gua lama-lama," ungkap Yoyo kesal dalam tawa dan memberi tau dengan jelas lokasinya.


"Wkwkwk... Sorry sorry... Gua meluncuurr..." sambil terbahak Toha pun bergegas menuju Yoyo.

2 comments:

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)