Cerpen: Haii..

by - June 26, 2015


Haii..
Kini kau ada
Setelah sekian lama kau menghilang

Haii..
Sudah lama
Ku mencari dirimu
Untuk katakan sesuatu


Lirik lagu di atas benar-benar sangat mewakili hatiku waktu itu, esok, dan seterusnya. Kali ini aku nggak tau harus berkata apa. Aku dan dia telah sepakat akan mengungkap. Setelah aku kembali ke kota itu, aku bertemu dengannya, lebih tepatnya menyempatkan waktu untuk bertatap muka walau tak lama. Jantungku mulai berdegup tak teratur. Dan, saat kami berjumpa, ku ingin dia tau aku rindu. Aku merasakan tatapan yang sama saat memandang indah matanya.

Walaupun saat itu kami tak bercerita tentang masa dulu yang akan tetap kami ingat sampai kapanpun. Saat ini yang ada hanyalah masa sekarang, detik ini, sampai suatu saat nanti. Tentang aku dan seseorang, begitu juga dengannya. Aku dan dia sangat yakin, bahwa keputusan yang dia ambil adalah tepat, untuk tidak memilihku karena mereka. Aku juga seperti itu. Takkan menoleh ke belakang, karena semuanya memang harus terkenang, sudah takdirNya.

Aku sudah tidak disini, di kota ini. Jelas sudah hanya sepersekian waktu kami bersama, saling bercerita, dan sebenarnya tak ingin mengakhiri. Namun, Aku dan dia harus bisa saling mengerti tentang arti dari sebuah hubungan. Hubungan yang tak akan mengecewakan, lagi.

Pertemuan itu akan selalu aku ingat, seperti halnya dia, akan selalu terkenang, sampai nanti, ketika kami sudah benar-benar tak lagi mengingat.

You May Also Like

4 Comments

  1. Halooo, Kak! Mau jadi bagian tim jelajah Kalimantan GRATIS dan dapetin MacBook Pro? Ikuti lomba blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure" di sini http://bit.ly/terios7wonders2015 #Terios7Wonders

    Jangan sampai ketinggalan, ya!

    ReplyDelete
  2. Pertemuan adalah awal dari perpisahan, maka persiapkanlah diri, ingin berpisah secara menyakitkan atau berpisah dengan menyenangkan

    ReplyDelete
  3. Wow kali katakata abang ini :D

    ReplyDelete

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)




Supported by
 Bayu Pradana



close