Cerita Pendek Selebgram, Selebgram Short Story

Menjadi seorang selebgram memang nggak gampang. Harus punya penampilan yang sempurna, di depan kamera. Kalau enggak, jangan coba-coba nekat, atau cuma ngandalin rasa percaya diri yang tinggi, setinggi langit di angkasa. Bagian ini yang kadang dibutakan oleh fee endorse, ya.

Seperti cerita perempuan yang satu ini. Dia memang nggak cantik-cantik banget. Tapi juga nggak jelek-jelek juga. Semacam porsi wajah yang pas-pasan, tapi masih enak dilihat. Kadang adakan orang yang difoto kelihatan wah, tapi aslinya weh. Bisa jadi, karena tingkat kepedeannya yang tinggi, jadi luwes aja. Coba bayangin sendiri deh. Mungkin orang-orang jenis ini ada disekitarmu.

Sebut saja dia Elly, jangan lantas membayangi mba Elly Sugigi ya, karena beliau sudah berubah dari segi gigi (halo mba Elly, makin cantik aja niih). Jadi, Elly berobsesi menjadi selebgram. Dia memang bagus kalau depan kamera, iya, soalnya kamera fitn*h. Salut sih kalau lihat keberaniannya itu.

Suatu ketika, dan untuk pertama kalinya, Elly mendapat tawaran endorse makanan ringan. Tapi dia menyerahkan semua urusannya kepadaku, teman dekatnya. Jadi, aku yang nampung jobnya, nunggu barang endorse-an dateng, nyiapin properti, dan sampai bikin contekan buat dia bacain depan kamera.

Well, paket snack pun telah tiba dengan selamat dikediaman Elly. Tapi sedikit remuk, yaa namanya juga makanan ringan. Selagi aku menata properti, Elly menata rambut juga riasannya. Padahal cuma review snack doang yang nggak sampai satu jam, tapi dandannya bisa lebih dari itu, masih kurang ternyata efek di kamera.

Beberapa saat lagi, syuting segera dimulai. Tapi sebelumnya, "Sar, aku buka satu ya snacknya, di icip dulu gitu, hehe.." pinta Elly.

"Ya elah nih anak ada-ada aja. Yaudah ambil, sisain tapi buat entar," ucapku sewot.

Dan Elly pun mulai menyantap keping demi keping, sampai akhirnya, "Enak sih, tapi kok kayak ada yang aneh ya, ini rasa apa sih," belum lagi aku menjawab, Elly berteriak, "Udang?! Nooo..! Air Sar air, duh.." aku masih belum paham apa yang sedang terjadi.

"Kamu kenapa Ly? Snacknya kedaluwarsa ya?" aku mencoba menebak, membolak balik bungkus snack tersebut.

Elly menggeleng, "Aku alergi udang, Saraaaah, huaaa.." jawabnya lemas lalu menangis.

Aku juga nggak tahu sama sekali kalau tentang hal itu, "Aduh, sorry ya Ly."

"Nggak apa-apa Sar, ini bukan salah kamu kok, akunya aja yang nggak teliti, main makan aja, sebenarnya aku tuh gerogi, karena job endorse pertama, eh malah gini jadinya," terlihat ruam-ruam merah pada wajah dan tangan Elly.

"Ly, kita ke dokter aja ya, aku anterin," seru dan ajakku.

"Kita selesain dulu jobnya Sar, aku pakai masker aja entar, ini kan tanggung jawab kita. Yuk, semangat!" semangat Elly itu benar-benar menulariku.

Aku pun tersenyum, "Kamu memang calon bintang baru masa depan Ly, hehe.."

"Bisa aja kamu Sar.."

Aku dan Elly pun menyelesaikan syuting singkat itu, walau berkali-kali take, tapi kami tak putus asa. Setelah semuanya rampung, aku pun mengantarkan Elly ke dokter kulit. Semoga kejadian ini nggak pernah terulang lagi, batinku berharap.


Gif: tenor.com