Tips Hindari Ghibah


5 Cara Tepat Hindarkan Diri Dari Ghibah, Check! - "Eh bu, mbak Rizky itu baru beli motor bekas deh kayaknya, soalnya udah ada plat nomornya gitu. Setau saya, kalau beli motor baru, plat nomornya baru keluar semingguan, tapi ini kok udah ada aja, berarti bekaskan.." seru ibu N.

"Motor baru itu mbak, kemaren saya lihat di anternya pake pick-upnya Naga Mas kook.." tepis bu Y.

"Ya kan ada juga showroom yang jual motor bekas," kata bu N, yakin.

Percakapan di atas adalah sebuah kenyataan yang pernah saya alami. Memang bukan sebuah ke-ghibah-an yang mengerikan. Tapi, baru kali ini saya tahu dibicarain seperti itu. Perbuatan ghibah memang cukup meresahkan ya. Terkadang, melalui bahasa-bahasa sederhana tapi memiliki sindiran yang "nyelekit." Jujur, karena saya orangnya memang pendiam, jadi kalau ada orang begitu, saya nggak terlalu mikirin. Biarkanlah beliau berimajinasi dengan kesoktahuannya itu, hihi..

Kata lain dari ghibah ini adalah, menggunjing, ngerumpi, mengumpat, atau membicarakan orang lain. Ghibah seringnya membuat resah. Ghibah itu sejelek-jeleknya perbuatan yang menjelek-jelekan seseorang, padahal belum tentu kebenarannya. Intinya sok tau..

Ghibah itu termasuk dosa besar sesuai dengan firman Allah dalam Alquran, yang artinya:

“Janganlah sebagian kalian menggunjing/mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang telah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S.Al Hujurat: 12).

Dalam Hadis Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, (dan juga kehormatan kalian) semua itu adalah haram atas kalian sebagaimana kesucian hari kalian ini (hari ‘Arafah), pada bulan kalian ini dan di negeri kalian yang suci ini."

Sementara itu perbuatan ghibah juga terkandung sifat suudzon (berburuk sangka), dan tercela. Intinya, orang yang dihinggapi penyakit hati ini, sangat amat alergi melihat kesuksesan dan kebahagiaan orang lain. Entah apa yang didapat dengan meng-ghibahi seseorang.

Berikut ini adalah resep menghindari ghibah ala Rasulullah:

1. Tidak menuduh dan mencaci maki

"Tiada sesorang menuduh orang lain dengan kefasikan atau kekufuran melainkan tuduhan itu akan kembali kepada dirinya sendiri, bila orang yang dituduhnya tidak nyata – nyata memiliki sifat itu." (HR. Imam Bukhari).

Seringnya orang-orang semacam ini menuduh tanpa dasar. Sehingga mudah menyimpulkan sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Maka dari itu, sebagai korban ghibahan, jangan gegabah, tetap tenang dan hadapi dengan senyuman. Karena hanya kita dan Allah yang tahu semua yang kita lakukan.

2. Menjaga lisan dan hati

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia selalu berkata baik atau diam." (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Ini termasuk bagian tersulit. Menjaga lisan dari perkataan buruk serta perisai hati dengan selalu beristghfar kepada Allah, adalah salah satu cara untuk terhindar dari ghibah.

3. Tidak iri dengki

"Jauhilah oleh kamu sekalian sifat dengki. Sebab, sesungguhnya ia dapat menghabiskan amal – amal kebaikan sebagaimana api menghabiskan kayu bakar." (HR. Imam Abu Dawud).

Sifat ini sangat bisa menghancurkan diri sendiri, dan akan condong melakukan perbuatan-perbuatan yang merugikan di masa datang. Berusaha untuk mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita.

4. Tidak mencari kesalahan orang lain

"Sesungguhnya, bila kamu selalu mencari-cari aib-aib kaum Muslim, maka berarti kamu menghancurkannya atau nyaris menghancurkannya." (HR. Imam Abu Dawud).

Selalu mencari kesalahan orang lain dan merasa paling benar, adalah beberapa gaya sang peng-ghibah sejati. Alangkah baiknya, jika sesama muslim harus saling jaga dan tidak dendam terhadap apapun.

5. Husnudzon dan berpikir positif

"Jauhilah oleh kamu sekalian prasangka sebab prasangka itu adalah sedusta-dustanya pembicaraan." (HR. Imam Bukhari dan Muslim).

Sulit memang mengendalikan pikiran untuk meng-aurakan sisi positif dalam berprasangka baik. Jika semua hal baik itu mampu menguasai otak kita, pastilah akan ada keyakinan untuk terbiasa berpikir dan berprasangka baik dalam keadaan apapun dan terhadap siapapun.

Menghindari diri dari orang-orang yang sekiranya sudah terbaca akan menceritakan keburukan orang lain adalah cara yang tepat. Anggap saja kamu alergi terhadap makhluk-makhluk tidak bertanggung jawab, dan sesuka hatinya ini.

Semoga kita termasuk orang-orang yang alergi terhadap dunia per-ghibah-an. Semoga bermanfaat. Sampai jumpaa..

Gif: tenor.com
Ref: 
https://shariagreenland.co.id/cara-menghindari-ghibah-2/