Ketahui Suhu Normal Tubuh & Pemakaian Termometer dengan Tepat

Pretty Black Cat

Ketahui Suhu Normal Tubuh & Pemakaian Termometer dengan Tepat



Tahukah kamu, batas minimal suhu normal tubuh kita? Mungkin, kebanyakan akan menjawab 37 derajat Celcius. Padahal, suhu normal tubuh manusia berkisar 36,5-37,2 derajat Celcius. Suhu normal tubuh bisa berubah kapan saja. Karena, aktivitas yang kamu lakukan sepanjang hari. Bisa saja suhu akan naik sampai 0,6 derajat Celcius selama sepanjang hari. Misalnya saja saat berolahraga.

Melakukan aktivitas sehari-hari yang mengeluarkan banyak keringat juga bisa meningkatkan suhu tubuh. Makanya setiap kali mengeluarkan keringat, tubuh akan merasa panas. Namun, disisi lain, keringat yang keluar karena kegiatan rutin, berdampak baik bagi tubuh.

Tapi, jika suhu tubuh naik karena kelelahan, kurang tidur, sakit, da sebagainya yang menyebabkan melemahnya berbagai sistem kekebalan tubuh, bisa jadi hal tersebut menjadi tidak sehat. Begitupun sebaliknya saat suhu tubuh rendah.

Apa yang Terjadi Saat Suhu Tubuh Rendah?

Hipotermia, adalah sebutan untuk suhu tubuh rendah. Suhu tubuh rendah bisa mengakibatkan sistem kerja saraf melambat, dan bisa saja mengalami kegagalan pada fungsi organ jantung serta pernapasan, yang sangat mengancam jiwa, hingga menyebabkan kematian.

Jika suhu tubuh berada di bawah 35 derajat Celcius, maka seseorang akan mengalami hipotermia, karena tubuh akan kehilangan panas lebih cepat, dan lebih sedikit menghasilkan panas. Hal ini terjadi karena, tubuh terlalu lama terkena paparan cuaca dingin.

Gejala-gejala Hipotermia

Gejala hipotermia yang dirasakan oleh orang dewasa antara lain, menggigil, pernapasan yang pendek dan pelan, bicara tidak jelas, hingga perlahan-lahan hilang kesadaran.

Sedangkan gejala hipotermia yang terjadi pada anak--anak adalah, kulit terasa dingin dan kulit terlihat memerah.

Cara Mencegah Hipotermia

Hipotermia dapat dicegah dengan cara sederhana, yaitu dengan:

~ Memakai pakaian tebal setiap kali diterjang atau mendapangi tempat bercuaca dingin

~ Upayakan agar tubuh selalu dalam keadaan kering

~ Rajin mengonsumsi minuman hangat dan manis, hindari minuman beralkohol dan mengandung kafein

~ Jika terlanjur terserang hipotermia, segeralah periksakan diri ke dokter, agar tidak bertambah parah

Apa yang Terjadi Saat Suhu Tubuh Tinggi?

Hipertermia merupakan kondisi saat suhu tubuh tinggi, biasanya berada pada titik lebih dari 40 derajat Celcius. Hal ini terjadi karena, tubuh gagal mengatur suhu, sehingga perlahan-lahan suhu tubuh akan mengalami peningkatan. Penderita hipertermia akan merasa seperti tersengat hawa panas yang terasa pada permukaan kulitnya.

Hipertermia berbeda dengan demam. Karena ketika demam, suhu tubuh berada di atas 37,5 derajat Celcius, dan bisa cepat kembali pada suhu normal, saat sudah mengonsumsi obat penurun panas, misalnya aspirin atau paracetamol. Selain itu, tingkat suhu tubuh saat demam terkendali karena sistem pengaturan suhu dalam tubuh.

Jika suhu tubuh tinggi dialami secara berkelanjutan, maka dapat mengakibatkan rusak pada organ tubuh terutama otak, merasa dehidrasi berlebihan. Oleh sebab itu, kondisi semacam ini harus segera ditangani tim medis secepatnya. Untuk orang dewasa bila mencapai suhu tubuh 39,4 derajat Celcius, sedangkan pada anak-anak dengan suhu tubuh 38 derajat Celcius, maka perlu mewaspadai gejala tersebut.

Termometer Sesuai dengan Fungsinya

Ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh. Berikut adalah termometer dengan kegunaannya masing-masing, antara lain:

1. Termometer telinga

Termometer Telinga, Termometer Untuk Telinga, Termometer
Sumber: Bukalapak

Termometer berbentuk ujung kerucut ini, berukuran kecil, digunakan pada telinga. Terdapat layar digital untuk melihat hasil suhu tubuh yang keluar hanya dalam hitungan detik.

2. Termometer elektronik

Termometer Elektrik, Termometer, Termometer Elektrik Multifungsi
Sumber: Alodokter

Termometer ini cukup ringan, karena terbuat dari plastik dan ujungnya cenderung tumpul menyerupai pensil, ada yang elastis, ada juga yang sedikit kaku. Termometer elektrik bisa digunakan pada ketiak, mulut, atau rektum (anus). Cara pakainya, tempelkan pada area yang ingin diukur suhunya, tunggu beberapa detik, dan hasilnya akan muncul pada layar digital kecil tersedia.

3. Termometer dahi

Termometer Dahi, Termometer Dahi Tembak, Termometer Tembak, Termometer, Termometer Dahi Infrared, Termometer Dahi Infra Merah
Sumber: Tokopedia

Termometer dahi biasanya menggunakan suhu kulit untuk mengetahui suhu tubuh. Penggunaan termometer dahi berbentuk seperti tembak ini, cukup didekatkan pada dahi, atau bagian kulit manapun, cukup beberapa detik saja hasilnya akan terlihat pada layar digital.

4. Termometer arteri temporal

Termometer Arteri Temporal, Termometer Arteri Temporal Exergen, Termometer Exergen
Sumber: CME Corp

Termometer arteri temporal biasa digunakan pada bagian dahi. Namun, perlu beberapa pengecekan ulang hingga 3 kali, sampai hasilnya benar-benar konsisten.

5. Termometer sekali pakai

Termometer Sekali Pakai, Termometer Stiker Sekali Pakai, Termometer Stiker, Termeometer Tempel, Termometer Strip Stiker
Sumber: Aliexpress

Termometer sekali pakai ini berbentuk seperti stiker. Seringnya digunakan pada kulit bayi. Cukup tempelkan pada dahi selama 48 jam, untuk mengetahui keakuratannya. Termometer jenis ini hanya  bisa dipakai satu kali. Termometer stiker ini sangat aman, namun untuk mengetahui hasilnya harus menunggu lama, dan tidak seakurat termometer digital lainnya.

6. Termometer dot

Termometer dot, Termometer dot bayi, Termometer bentuk dot, Termometer
Sumber: Amazon.in

Sebagaimana namanya, termometer dot berbentuk seperti dot bayi. Letakkan termometer dot pada mulut bayi saat mengukur suhu tubuh. Termometer dot ini bisa dibilang kurang efisien dan efektif, karena membutuhkan waktu cukup lama untuk mengetahui hasilnya.

Penyebab Termometer Tidak Akurat

Terkadang, beberapa dari termometer memperlihatkan hasil yang tidak akurat. Banyak faktor penyebab dari ketidakakuratan tersebut, antara lain:

1. Termometer tidak digunakan pada bagian tubuh yang tepat, atau tidak sesuai dengan fungsi dari termometer tersebut.

2. Termometer terlalu cepat diangkat dari tubuh.

3. Baterai termometer sudah lemah atau bahkan sudah mati.

4. Tidak mengikuti cara penggunaan termometer dengan benar.

5. Mulut terbuka saat pengambilan suhu tubuh secara oral.

6. Satu jam setelah olahraga berat atau setelah mandi air panas.

7. Dalam waktu kurang dari 20 menit setelah merokok atau meminum air panas atau dingin.

Pengambilan suhu tubuh memang harus disaat dan diwaktu yang tepat, agak tingkat keakuratannya pun dapat di pertanggungjawabkan. Itu sebab mengapa pentingnya mengetahui suhu tubuh dalam keadaan kurang sehat. Hal wajibnya adalah, harus memiliki termometer di rumah, supaya selalu sedia dan siaga, untuk mendeteksi secara awal suhu tubuh normal atau abnormal.

Semoga artikel ini bermanfaat. Jaga selalu kesehatan tubuh dan imunitas, supaya terhindar dari penyakit. Silakan berbagi yaa.. Sampai jumpaa..

Gif: banggood
Reff: alodokter.com & cantik.tempo.co


Posting Komentar

26 Komentar

  1. lebih sering menggunakan yang termometer dahi sih, kalo di daerah saya krna lgi covid kata nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang semenjak Covid termometer dahi jadi lebih dikenal ya.

      Hapus
  2. Kalo termometer yg ngukur nya di tangan itu apa ya namanya mbak? Blkng kalo dicek suhu suka diletakinnya di tangan soalnya bukan di dahi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama sih fungsinya termometer dahi mbak nin. bisa di cek dipermukaan kulit pokoknya

      Hapus
  3. Jadi keinget termometerku yang rusaaak T__T dan sampai sekarang belum beli lagi lupa terus. padahal ini penting banget yaah. btw Baru tau loh ada termometer telinga hehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. huhu.. kalo punyaku ilang mbak, seingetku sih di pinjem tetangga, eh tapi katanya nggak ada di dia, kan KZL yak. akhirnya beli lagilah, haha..

      Hapus
  4. Wah, aku nggak kuat kalau pakai aspirin, walaupun kadang juga gpp. Biasanya tetap mengandalkan parasetamol aja, itu juga lebih untuk menyamankan dan bukan berharap banget buru-buru buat nurunin suhunya, hehe, karena pasti kan berproses juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi.. iya mbak. yang penting nyaman dibadan ya. Sehat selalu mbak Leila sekeluarga :)

      Hapus
  5. Baru tahu aku kalau ternyata jenis termometer banyak. Yang dot ini nih yang bikin penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setau aku sih yg dot jarang dipake di sini, dan harus pesen dari LN juga mbak ki.

      Hapus
  6. Selama ini tahunya cuma yang elektrik sama yang dahi, ternyata ada banyak macemnya ya. hihi

    BalasHapus
  7. Akhir-akhir ini sering ketemu tuh sama termometer dahi. Berasa barang di minimarket yg mau dibayar di kasir pas dicek pake termometer dahi haha

    BalasHapus
  8. Saya biasanya pakai yang telinga mba, namun semenjak Corona jadi sering lihat yang dahi dijual bebas di mana-mana. Mungkin untuk menghindari kontak fisik kali yah, sebab yang dahi itu bisa dicheck jarak beberapa cm 😆

    Eniho, saya baru tau ada termometer dot. Mungkin karena kurang efektif jadi nggak begitu banyak beredar di pasaran. Atau sayanya yang mainnya kurang jauh, yah 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. termometer dahi memang terkenal sejak Corona sih, haha..

      saya juga sebenernya baru denger si tem dot ini. bisa jadi sih karena kurang efektif atau kenapaa gitu. jadi mending pake yang elektrik atau model lainnya :D

      Hapus
  9. Ternyata 20 menit setwlah minum air hangat atau dingin pun memengaruhi suhu tubuh sehingga berpengaruh juga pada suhu yang ditampilkan di layar termometer ya. Termasuk cara tepat penggunaan si termometer tadi. Thanks for sharing Kak Rizky.

    BalasHapus
  10. Iya sih, kalau ada yang nanya berapa suhu normal manusia ya saya jawab dengan mudahnya 37 wkkw

    Lah kalo detailnya baru tahu saya 36,5-37,2

    BalasHapus
  11. Ternyata banyak juga ya macam macam termometer, kalo aku seringnya pake termometer elektronik yang pake nya di ketiak

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha.. sama mbak. umumnya memang pada punya jenis itu ya. lebih terjangkau, dan akurat :D

      Hapus
  12. Wahhh kalau di masa ini kalau udah diatas 36,5 itu udah dicurigai positif covid .. padahal ya itu normalnya kan ya.. huhuw

    BalasHapus
  13. Saya baru tau ada termometer dot. ^^"
    Oiya, kayaknya suhu tubuh 36-36.4 itu juga hitungannya masih normal bukan mb?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, saya juga baru tau, lucu ya, haha..

      bener mbak, suhu tubuh 36 masih di bilang normal.

      Hapus

Silakan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.