Energi Untuk Indonesia: Kelebihan & Kekurangan Sumber-sumber Energi Terbarukan

Blooming Sparkly Red Rose

Energi Untuk Indonesia: Kelebihan & Kekurangan Sumber-sumber Energi Terbarukan



Mengenal Sumber Energi Terbarukan

Energi Untuk Indonesia: Kelebihan & Kekurangan Sumber-sumber Energi Terbarukan - Pernah dengar tentang "energi terbarukan"? Sejauh mana sih kamu tahu seputar "energi terbarukan"?

Sekitar 1970-an, konsep energi terbarukan mulai dikenal dunia. Energi terbarukan adalah sumber energi yang didapatkan secara alami, dan prosesnya berkelanjutan, jika dapat dikelola dengan baik.

Sampai disini, timbul lagi pertanyaan, sudah pernahkah kamu melihat sumber energi terbarukan di Indonesia?

Faktanya, sumber energi terbarukan ternyata belum dimanfaatkan secara maksimal di Indonesia. Karena, sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi bersumber fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam) dan kurang dari 10% nya memanfaatkan sumber energi terbarukan. Padahal, sumber energi terbarukan ini dikenal sangat ramah lingkungan, aman, dan terjangkau masyarakat.

Energi matahari adalah salah satu contoh sumber energi terbarukan, yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga surya. Pembangkit model ini sudah bisa ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia, yakni, Kabupaten Karangasem dan Bangli (Bali), Pulau Gili Terawangan (NTB), Kabupaten Sabu Raijua (NTT), dan Kabupaten Flores Timur (Solor Barat).

Seperti yang sudah dibahas di atas, Indonesia mempunyai banyak jenis sumber energi terbarukan (renewable energy) yang dapat dikelola dan dimanfaatkan untuk menggantikan posisi sumber energi fosil.

Berikut adalah daftar sumber energi terbarukan di Indonesia yang bisa dimanfaatkan, beserta dengan kelebihan dan kekurangannya:

1. Air

Energi air adalah energi paling umum. Energi yang didapatkan dari memanfaatkan energi potensial dan energi kinetik. Konsumsi listrik dunia telah dipenuhi oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sebanyak 20%.

Kelebihan:
  • Respon PLTA dapat menyesuaikan dengan beban yang dibutuhkan dan responnya pun cepat.
  • PLTA sangat cocok digunakan pada tipe peak di mana tipe ini untuk kondisi beban puncak yang besar dan digunakan pada saat terjadi gangguan jaringan.
  • Merupakan energi yang ramah lingkungan, bebas dari karbon emisi, dan tidak menyebabkan polusi yang berakibat efek rumah kaca.
  • Memiliki gas emisi yang lebih kecil dari pembangkit listrik lainnya.

Kekurangan:
  • Membutuhkan investasi yang besar.
  • Lahan yang digunakan cukup luas untuk pusat listrik dengan kapasitas listrik yang besar.
  • Dengan adanya pembuatan bendungan air untuk PLTA, dapat mengakibatkan ekosistem sungai atau danau pada tempat tersebut terganggu.

2. Angin

Energi angin atau PLTA. Seperti kincir angin, digunakan untuk menangkap energi angin, lalu diubah menjadi energi kinetik atau listrik.

Kelebihan:
  • Memiliki bahan bakar yang murah, karena menggunakan energi alam.
  • Tidak menimbulkan pencemaran.
  • Dapat dipadukan dengan program lainnya, seperti irigasi dan perikanan.
  • Dapat mendorong masyarakat agar dapat menjaga kelestarian hutan sehingga ketersediaan air terjamin.
  • Memiliki konstruksi yang sederhana dan dapat dioperasikan di daerah terpencil dengan tenaga terampil penduduk daerah setempat dengan sedikit latihan.
  • Tidak menimbulkan kerusakan lingkungan yang cukup besar.
  • Tidak menyebabkan polusi gas rumah kaca.

Kekurangan:
  • Keamanan dan keselamatan terhadap sarana dan prasarana transmisi harus mendapatkan perhatian khusus.
  • Konsumen pengguna listrik dalam jumlah besar dan terlalu jauh dari pusat, pembangkit ini membutuhkan sarana jaringan tower transmisi tegangan tinggi yang panjang juga memerlukan sarana traffo peningkat tegangan yang banyak.
  • Bila mengalami musim kemarau panjang, PLTA yang pada dasarnya menggunakan tenaga air dari danau alam atau danau buatan. Jika cadangan air tersebut berkurang, dampaknya yakni pada penurunan kuantitas produksi daya listrik yang disalurkan ke konsumen. Hal ini yang dirugikan adalah konsumen, baik pihak industri maupun rumah tangga.
  • Sumber Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang menggunakan air terjun tidak selalu berada dilokasi yang dikehendaki, selain debit airnya kecil juga berada jauh dari kota, sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar.
  • Membutuhkan investasi yang sangat besar.

3. Matahari

Energi matahari atau energi surya bersumber dari radiasi sinar dan panas yang dipancarkan dari matahari. Pembangunan pembangkit listrik tenaga surya yaitu dengan menempatkan panel kaca-kaca berukuran besar yang berfungsi mengkonsentrasikan cahaya matahari ke satu titik. Kemudian, panas yang dihasilkan matahari akan menghasilkan uap panas yang menghasilkan tekanan yang digunakan untuk menjalankan turbin untuk menghasilkan listrik.

Kelebihan:
  • Tidak menghasilkan polusi dan ramah lingkungan.
  • Energi tenaga surya dapat diperbaharui.

Kekurangan:
  • Energi matahari hanya efisien di cuaca dan iklim tertentu.
  • Energi tenaga surya hanya tersedia pada waktu tertentu.

4. Panas Bumi

Energi panas bumi atau geothermal adalah sumber energi terbarukan berupa energi thermal (panas) yang dihasilkan dan disimpan di dalam bumi. Energi panas bumi diyakini cukup ekonomis, berlimpah, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

Kelebihan:
  • Salah satu sumber energi paling bersih. Jauh lebih bersih dari sumber energi fosil yang menimpulkan polusi atau emisi gas rumah kaca.
  • Relatif tidak akan habis. Sumber energi ini terus-menerus aktif akibat peluruhan radioaktif  mineral.
  • Ramah lingkungan yang tidak menyebabkan pencemaran (baik pencemaran udara, pencemaran suara, serta tidak menghasilkan emisi karbon dan tidak menghasilkan gas, cairan, maupun meterial beracun lainnya).
  • Bersifat konstan sepanjang musim.
  • Membutuhkan lahan dan air yang minimal. tidak seperti misalnya pada energi surya yang membutuhkan area yang luas dan banyak air untuk pendinginan. Pembangkit panas bumi hanya memerlukan lahan seluas 3,5 kilometer persegi per gigawatt produksi listrik. Air yang dibutuhkan hanya sebesar 20 liter air tawar per MW / jam.

Kekurangan:
  • Memerlukan biaya yang besar terutama pada eksploitasi dan pengeboran.
  • Hanya dapat dibangun di sekitar lempeng tektonik di mana temperatur tinggi dari sumber panas bumi tersedia di dekat permukaan.
  • Diduga dapat mempengaruhi kestabilan tanah di area sekitarnya.

5. Gelombang Laut

Energi gelombang laut atau ombak adalah energi terbarukan yang bersumber dari tekanan naik turunnya gelombang air laut.

Kelebihan:
  • Bersih & tidak menimbulkan polusi.
  • Memiliki energi potensi yang sangat besar yg bermanfaat bagi pembangkit listrik. 
  • Memberikan banyak kesempatan kerja dibidang konstruksi dan operasi pemeliharaan.
  • Memiliki keuntungan dalam predikstabilitasnya, karena ombak mudah untuk diprediksi.

Kekurangan:
  • Belum begitu berkembang.
  • Mengganggu kehidupan laut, mengganggu pemandangan, dan polusi suara.
  • Membutuhkan lokasi yang gelombangnya cukup kuat secara konsisten, sehingga instalasi pembangkit listrik tenaga gelombang juga harus dibangun dengan sangat kuat agar dapat menahan kondisi cuaca yang sangat buruk.

6. Pasang Surut

Energi pasang surut air laut adalah energi terbarukan yang bersumber dari proses pasang surut air laut. Terdapat dua jenis sumber energi pasang surut air laut, pertama adalah  perbedaan tinggi rendah air laut saat pasang dan surut. Yang kedua adalah arus pasang surut terutama pada selat-selat yang kecil.

Kelebihan:
  • Setelah dibangun, energi pasang surut dapat diperoleh secara gratis.
  • Tidak menghasilkan gas rumah kaca ataupun limbah lainnya.
  • Tidak membutuhkan bahan bakar.
  • Biaya operasi rendah.
  • Produksi listrik stabil.
  • Pasang surut air laut dapat diprediksi.
  • Turbin lepas pantai memiliki biaya instalasi rendah dan tidak menimbulkan dampak lingkungan yang besar.

Kekurangan:
  • Sebuah dam yang menutupi muara sungai memiliki biaya pembangunan yang sangat mahal, dan meliputi area yang sangat luas sehingga merubah ekosistem lingkungan baik ke arah hulu maupun hilir hingga berkilo-kilometer.
  • Hanya dapat mensuplai energi kurang lebih 10 jam setiap harinya, ketika ombak bergerak masuk ataupun keluar.

7. Biofuel

Biofuel atau bahan bakar hayati adalah sumber energi terbarukan berupa bahan bakar (baik padat, cair, dan gas) yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Sumber biofuel adalah tanaman yang memiliki kandungan gula tinggi (seperti sorgum dan tebu) dan tanaman yang memiliki kandungan minyak nabati tinggi (seperti jarak, ganggang, dan kelapa sawit).

Kelebihan:
  • Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak.
  • Memproduksi energi tanpa meningkatkan kadar CO2 di udara.

Kekurangan:
  • Sampah yang menumpuk dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan.
  • Kotoran hewan dapat menyebabkan gas metana pemicu efek rumah kaca.
  • Rancangan mesin berbeda dengan mesin yang menggunakan bahan bakar minyak.

8. Biomassa

Biomassa adalah jenis energi terbarukan yang mengacu pada bahan biologis yang berasal dari organisme yang hidup atau belum lama mati. Sumber biomassa antara lain bahan bakar kayu, limbah dan alkohol. Pembangkit listrik biomassa di Indonesia seperti PLTBM Pulubala di Gorontalo yang memanfaatkan tongkol jagung.

Kelebihan:
  • Mengurangi polusi.
  • Netralitas karbon.

Kekurangan:
  • Sangat mahal untuk diproduksi.
  • Dibutuhkan banyak sumber daya untuk mengubah bahan baku biomassa menjadi sumber energi yang bisa digunakan.
  • Penyimpanan karbon yang memakan waktu.
  • Pasokan biomassa yang bersifat musiman dan variasi luas dalam sumber yang tersedia.
  • Karena kadar air yang tinggi di banyak sumber biomassa, pengangkutan material dapat meningkatkan biaya.
  • Pembangkit energi biomassa yang menggunakan banyak komponen, mungkin tidak memiliki efisiensi yang sama dibandingkan dengan penggunaan sumber tunggal.

Dari berbagai sumber energi terbarukan yang tersedia, hanya beberapa sumber energi saja yang dapat dimanfaatkan dan sudah dibangun di Indonesia. Butuh pertimbangan serta persiapan yang matang dan tidak mudah untuk benar-benar beralih ke sumber energi terbarukan.

Yang terpenting dari ini semua adalah, sebagai makhluk hidup, kita harus bisa bersama-sama menjaga bumi beserta isinya, untuk dapat memanfaatkan sumber-sumber energi yang telah ada dengan lebih baik lagi, agar anak cucu dan generasi yang akan datang juga bisa ikut menikmatinya.


Ref:

https://www.amazine.co/27018/6-kelebihan-kekurangan-energi

http://alamendah.org/2014/09/09/8-sumber-energi-terbarukan-di-indonesia/2
http://iesr.or.id/wp-content/uploads/2019/11/191216-IESR-Clean-Energy-Outlook.pdf

https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/potensi-energi-baru-terbarukan-ebt-indonesia
https://badungkab.go.id/instansi/dislhk/baca-artikel/269/8-Sumber-Energi-Terbarukan-di-Indonesia.html

Foto:
https://eksplorasi.id/pemerintah-harus-fokus-ke-energi-baru-terbarukan


Post a Comment

12 Comments

  1. Jadi inget dulu jaman sekolah belajar ini, hehe.. kalo dulu seinget aku ada namanya sumber daya alam yang dapat diperbaharui.. apakah ini sama ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha.. berasa baca buku IPA ya Put. Keknya sama sih ini :D

      Delete
  2. Kalau sekarang di pelajaran sains terintegrasi kali yaaa. Kalau dulu banyaknya di geografii yaak hihi jadi flashback baca ini. Lomba yaa mbaa? Sukses yaaaa ❤️

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah, udah 2 orang yang ngerasa flashback ini ya, haha..
      aamiin.. makasih doanya kak Jihan :D

      Delete
  3. Saya baru ngeh ttg kelemahannya dari energi angin ini kak. Sempet kan tuh di semarang katanya mau dibuat kincir angin kayak di belanda. Cuma akhirnya nggak jadi karena lagi lagi biaya. Tp ternyata ada efek lain jg yg biaa ditimbulkan yaa.

    Meski begitu sebenarnya kalo dikolaborasikan mgkn kita bisa menggunakan energi terbarukan ini dgn baik yaa.

    Thanks ya kak buat infonya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayang skali ya kak. Judulnya renewable, tapi bangunnya butuh banyak waktu sama biaya yang nggak sedikit, gimana lagi pemeliharaannya.

      Kalo seandainya beneran dibangun kincir anginnya, udah berasa di Belanda itu, hihi..

      U'r welcome kak Ghina :D

      Delete
  4. Berasa belajar sains lagi kayak sekolah yah kak. Baru tahu kalau ternyata banyak banget energi terbarukan di Indonesia. Coba kalau yang tenaga surya itu dimanfaatkan maksimal ya, secara kita kan negara tropis yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. iya nih.
      Mestinya sih gitu ya, sayangnya ada banyak pertimbangan yg harus dipikir ulang.

      Delete
  5. Lengkap banget ulasan dan jenis energi terbarukan nya mom. Aku sendiri senang dan pengen punya alat penyerap Sinar Matahari, walaupun kekurangannya kalau di musim hujan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaya, bisa juga kita pake mandiri tanpa harus nunggu pemerintah, tapi ya itu tadi, harus siap banyak biaya dan sabar nunggu musimnya :D

      Delete
  6. Baca artikel ini jadi inget pelajaran ipa jaman dahulu kala...

    ReplyDelete

Sponsored by Bali Digital Marketing Agency

Silahkan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Jangan lupa berkunjung kembali ya.