Pendidikan Sebagai Kunci Penguatan Peran Perempuan


Kyndaerim: Pendidikan Sebagai Kunci Penguatan Peran Perempuan - Sejatinya, perempuan memang terlahir sebagai sosok yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Berbagai macam persepsipun bermunculan. Terutama di wilayah Indonesia, yang kebanyakan menganggap bahwa pekerjaan perempuan tak jauh dari sekedar mengurus rumah tangga. Sehingga kerap kali perempuan dianggap remeh dan lemah, bahkan tak mampu berbuat apa-apa.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan berkembangnya zaman, perempuan menjadi sosok yang tak jarang disegani. Karena, perempuan kini sangat banyak berkontribusi di berbagai bidang, seperti politik, sosial, budaya, ekonomi bahkan pendidikan. Tak khayal, hal ini membuat banyak perempuan mampu mengatasi berbagai persoalan besar dalam bangsa dan negara.

Dilihat dari segi fisik, perempuan memang mungkin tidak bisa melakukan banyak hal berat. Namun, jauh di dalam dirinya, perempuan sangat berpotensi memberikan kecerdasan khususnya dalam hal pendidikan, selain untuk dirinya sendiri juga untuk generasi akan datang. Perempuan zaman sekarang pastilah perlu juga mendapatkan pendidikan yang layak. Karena, banyak tokoh-tokoh sukses yang tak lepas dari didikan orang tua terutama sang ibu.

Apalagi, sudah sejak lama seorang Raden Ajeng Kartini menggaungkan tulisan serta tindakan-tindakannya yang berani, yang dikenal dengan bahasa emansipasi. Hal ini tentu saja menjadi semangat tersendiri bagi para perempuan masa kini untuk lebih bisa dihargai dalam berbagai macam hal. Karena pada dasarnya, perempuan selalu dianggap sebelah mata untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

Mengutip dari wikipedia, belum lama ini dikenal sosok perempuan muda bernama Sherly Annavita Rahmi, MSIPh, lahir di Lhokseumawe, Aceh 28 tahun lalu, adalah seorang kreator konten di YouTube dan sosial media. Sherly merupakan lulusan Jurusan Hubungan Internasional, Universitas Paramadina, Jakarta. Di tahun 2016, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Hukum dan Bisnis, Swinburne University, Melbourne, Australia. Sherly melewati masa kecil dan menyelesaikan pendidikan di Kota Lhokseumawe, Aceh Utara.


Foto Instagram Sherly Annavita

Sherly aktif mengikuti berbagai ajang perlombaan, seperti MTQ, pidato, dan karya tulis sejak SMP sampai kuliah. Ia merupakan juara pertama Syarhil Qur'an pada ajang MTQ tingkat Kota Lhokseumawe pada 2008. Di 2012, Sherly mengikuti perlombaan pidato dalam ajang "Pemilihan Dai Cilik" mewakili Nangroe Aceh Darussalam. Di bidang penulisan, ia berhasil meraih juara pertama dalam Lomba Penulisan Kebangsaan Fraksi PKS DPR RI untuk kategori umum pada 2015. Best Delegate AWMUN 2018 (Asia World Model United Nations). Dan belum lama ini Sherly dan kawan-kawan, mendirikan Sherly Enlightment Academy singkatan dari S.E.A Indonesia, yaitu sekolah public speaking pertama di Indonesia.


Dari profil Sherly Annavita di atas, maka sangat diyakini keterlibatan perempuan dalam beragam hal inilah yang pantas dijadikan bukti untuk siapa saja termasuk kaum laki-laki, bahwa pendidikan sebagai kunci penguatan peran perempuan. Sehingga dalam ruang lingkup apapun, perempuan mampu berekspresi menyampaikan gagasan-gagasannya untuk kemajuan bangsa dan negara. Bahkan, sangat pantas untuk disejajarkan dengan kaum laki-laki.

Sebagaimana dilansir dari EduCenter One Stop Education of Excellence”, merupakan gedung dengan konsep pendidikan pertama di Indonesia yang diciptakan untuk menjadi solusi keluarga untuk mengefisienkan dan memaksimalkan waktu yang dimiliki oleh anak-anak untuk kemudian bisa digunakan bersama dengan seluruh anggota keluarganya. Sebagai pusat pendidikan, EduCenter akan menjadi trend di kalangan keluarga Indonesia.


educenter.id

EduCenter memiliki lebih dari 20 (dua puluh) lembaga pendidikan / tempat kursus dan 1 (satu) pre-school. Kursus-kursus di EduCenter tidak terbatas hanya menyangkut pelajaran murid di sekolah tetapi terdapat juga beberapa kursus yang akan membantu mengembangkan kecerdasan anak, kreatifitas anak, dan juga kursus yang menyangkut aktifitas anak seperti kursus ballet dan juga kursus bela diri.

Oleh karenanya, tak ada lagi yang perlu dikhawatirkan terutama masalah pendidikan. Orang tua akan lebih nyaman dan merasa aman apabila sang anak bisa memperoleh pendidikan yang terjamin kualitasnya dan untuk menjamin masa depan anak menjadi lebih baik dikemudian hari.

Artikel ini diikutsertakan Kompetisi Blog EduCenter: One Stop Education of Excellence.

#educenterid

Gif: tenor.com
Sumber profil: Wikipedia



Blog:
Dibuat & Didukung oleh: Tukang SEO

2 Comments

  1. namun kadang, masalah gender juga merambah dalam pernikahan. karena label "istri harus patuh pada suami", ketika istri berusaha menyuarakan pendapat sering disebut tidak patuh dan membantah. gimana menurut mba?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya balik lagi ketujuan awal menikah ya. Komitmen apa yang sudah disepakati. Dan semua memang tergantung pribadi masing-masing sih. Wadidaw! 😅

      Delete

Kyndaerim: Silahkan berkomentar dengan bijak dan bertanggung jawab. Tidak menyertakan link (spam). Salam hangat, Cheers!