Cat

13 January 2020

Sebuah Kebodohan


Dari sekian banyak pria, aku suka dia. Dia berbeda dari yang lainnya. Mulai dari postur tubuh yang tinggi jangkung, sampai latar belakang keluarganya.

(Tertawa) Pertemuan kami pun penuh dengan drama, tapi semua berjalan natural, tanpa adanya kepura-puraan. Sungguh, dia sungguh berbeda.

Berjalan bersama, mulai dari nonton konser, walaupun konsernya entah siapa, haha.. Dan nggak pernah nonton bioskop, karena katanya, takut terjadi apa-apa, karena gelap. Lucu, itu yang kurasa.

Sampai pada suatu ketika, dia jujur tentang sesuatu. Bahwa niatnya dari awal mengenalku, hanyalah sebuah pelampiasan semata. Pergi sejenak dari sang mantan yang memutuskannya. Kesal, itu yang dia rasa. Padahal masih sayang.

Lalu, aku ? Bagaimana perasaanku ? Kamu nggak mikir sejauh itu ?! Seenaknya saja mempermainkan hati. Dan dia mulai berkelit, bahwa niat itu telah hilang. Lenyap terbawa arus. Dan mencoba menahanku untuk tetap tinggal.

Semudah itu memulai ucapan.. Atau karena kasihan ? Kasihan dengan perasaan yang telah ku bangun dalam ? (Tertawa)

Apa memang aku yang terlalu berharap ? Terlalu mudah di rayu ? Dasar bodoh.

Dan akhir yang lebih pahit setelah kami berpisah kurang dari satu bulan.. Dia menikah dengan sang mantan.

~ true story from someone ~

No comments:

Post a Comment

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)