Puisi: Perempuan Tanpa Suara

by - September 23, 2019













Ku disini duduk terdiam
Merenung dengan tenang
Sesekali tersenyum melihat sekitar
Sampai mataku menangkap kehadirannya

Mungkin hanya perasaanku saja
Sebuah harapan belaka
Sampai akhirnya ku mendengar suara
Sebuah salam kau ucapkan tuk menyapa

Jelas tergiang dalam ingatan
Kata demi kata kau ucapkan
Tulisan demi tulisan aku jabarkan
Dan dengan sabar kau mendengarkan

Anggap saja suara hati ini yang menyampaikan
Semua rasa yang terpendam
Akankah terjalin suatu hubungan?
Jangan! Aku tak ingin melanjutkan

Terima kasih untuk telah perduli
Kepada perempuan tak bersuara ini
Walau hanya dalam satu hari
Kau telah mengisi hati

Kini..
Hanya ada kau dan kenangan
Tak ada lagi yang kau perhatikan dalam indahnya taman
Mohon maafkan jika ada kesalahan
Ku mohon doakan aku dalam ketenangan

Nissa

You May Also Like

0 Comments

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)




Supported by
 Bayu Pradana



close