Puisi: Satu Hari

by - January 05, 2019


Pagi datang bersama sinarnya

Berdamping dengan mentari yang menyapa

Seolah ingin memelukku dalam hangatnya

Kuhirup dalam setiap udara yang terbawa

Siang menjelang

Terik menjulang

Terasa lebih hangat

Atau mungkin menyengat

Membuatku sedikit tak bersemangat

Kemudian senja menghampiri

Teduhnya kian tenangkan hati

Jingga yang nampak seakan meredup

Perlahan-lahan indahnya hilang tertutup

Baca juga Cerpen: Ulang Tahun Perkawinan

Tergulung gelapnya malam

Sedikit mengurangi pandangan

Namun gugusan bintang bertabur di langit

Berbagi terang cahayanya

Dan bulan pun dengan sempurna memantulkannya

Bisa saja akan ada sebuah gelap yang disapa mendung

Awan berkumpul mengepung

Terdengar rintik memulai nadanya

Hingga terasa deras alirannya

Ku mohon jangan lupakan pelangi

Karena hanya dia yang bisa warnai hari

You May Also Like

2 Comments

  1. Capek la kak 1 hari berpuisi hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwk.. gpp lah, biar penuh blog nya.
      Makasih udah mampir.

      Delete

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)




Supported by
 Bayu Pradana



close