Cerpen: Donat dan Susu


"Eh, susu... Mau kemana? Buru-buru amat," teriak Dona memanggil Melky.

"Mau ke perpus balikin nih buku. Ikut?" ajak Melky.

"Ayok! Sini aku bantu bawain," ujar Dona menawarkan bantuan, namun yang di bawanya adalah sebuah pulpen yang ada di saku seragam Melky, kemudian dia berlari, berbalik sebentar dan mengejek Melky.

"Lho hei! Dasar donat!" kesal Melky yang lalu berjalan cepat menyusul Dona.

Melky dan Dona adalah siswa kelas 3 SMA. Disekolah yang sama namun beda kelas. Mereka bersahabat sejak kecil dan hidup bertetangga pula. Terkadang ada yang bilang bahwa mereka berdua berpacarano, namun secara kompak mereka menepisnya. Karena memang Melky dan Dona adalah sahabat baik. Mereka berdua juga punya panggilan unik, Dona yang memanggil Melky dengan sebutan susu, karena diambil dari kata milky. Sedangkan Melky memanggil Dona dengan sebutan donat. 

"Nat, pulang nanti makan bakso dulu ya," ajak Melky.

"Yah, aku juga mau pergi nanti," ucap Dona seakan menolak ajakan Melky.

"Hah, mau kemana?" tanya Melky serius.

"Mau nemenin susu makan bakso, hehe..." kata Dona sambil cekikikan.

"Ngeselin kamu ya donat. Udah masuk sana. Nanti langsung nunggu di parkir ya. Jangan lama-lama," pinta Melky sembari berlari menuju kelasnya.

Dona pun menjawab dengan tegas, "Iyaaa..."

Jam sekolah pun berakhir. Melky sudah lebih dulu menunggu Dona di parkiran.

Dona datang dengan mengejutkan sedikit usil, "Ddarr! Ayok!" dan langsung ambil posisi duduk diboncengan.

"Donaat! Hiih... Untung aja nggak jatuh," kesal Melky.

Mereka pun bergegas menuju warung bakso tak jauh dari rumah mereka.

Satu minggu lalu, Melky mendapat surat pernyataan dari perguruan tinggi luar negeri, University of Birmingham, Inggris. Beberapa bulan lalu Ia mendaftar di situs kampus tersebut dan berhasil memenuhi syarat serta dinyatakan lulus. Namun Melky merasa bimbang, karena disisi lain Ia juga harus meninggalkan mamanya. Dona juga tidak mengetahui kabar ini.

Baca juga cerpen : Malam Minggu

"Melky...! Ada Dona nih," teriak sang mama.

Melky sontak terkejut dan langsung menyembunyikan surat pernyataan itu ke dalam laci mejanya, "Iya ma, aku turun," sahutnya.

"Wah, enak banget kuenya tante," kata Dona yang mencicipi kue buatan mama Melky.

"Makanya kamu sering main kesini, biar tante ajarin bikinnya," ucap mama Melky.

"Jangan mau ma, palingan dia mau bantuin makan aja tuh," celetuk Melky.

"Yee.. Sembarangan..." protes Dona, "Ayok temenin aku jalan-jalan. Kamu nggak lagi sibuk kan?" ajak Dona.

"Nggak sih. Mau kemana?" tanya Melky santai.

"Kemana hatiku melangkah, haha... Udah ayookk..." kata Dona sambil menarik tangan Melky dan lalu berpamitan dengan mama Melky, "Pergi dulu tante, makasih kuenya."

"Eh, ntar salam mama dulu," ajak Melky yang kembali menarik tangan Dona.

Dan lalu mereka berangkat menuju tempat yang jarak waktunya hanya sekitar 20 menit dari rumah mereka.

"Susu, kamu mau pesen apa? Aku yang traktir," ucap Dona semangat.

"Dih... Beneran Nat? Tapi kamu tau lah kesukaanku," jawab Melky.

Dona mulai memesan dan tanpa menunggu lama, pesanan pun datang.

"Susu, aku mau nanya sesuatu yang serius nih sama kamu. Tapi kamu jawab jujur ya," pinta Dona dengan wajah yang benar-benar serius.

"Tumben kamu bisa serius," ledek Melky.

"Iihh... Beneraaann... Kamu inget kan 2 bulan lalu aku daftar di Birmingham?" tanya Dona.

"Hmm..." gumam Melky.

Dan lalu Dona memberikan sebuah amplop yang didalamnya berisi surat pernyataan lulu dari University of Birmingham.

Surat itu pun dibaca oleh Melky, "Isi surat ini sama persis seperti yang aku terima," batinnya.

"Aku lulus. Bahagia banget tau aku tu," ungkap Dona gregetan.

Melky lalu memberikan selamat kepada Dona, "Selamat ya nat. Akhirnya cita-cita kamu tercapai," ujar Melky tersenyum, namun dalam hatinya benar-benar sesak, seandainya Dona tau bahwa Ia juga lulus dikampus itu.

"Makasih susu... Su, habis ini kita jalan lagi ya. Enaknya kemana?" tanya Dona yang masih terbawa suasana sebab kelulusannya itu.

"Sorry ya nat, aku mau nemenin mama belanja, udah janji juga," kata Melky sedikit berbohong.

"Oh iya deh su gpp. Kayaknya aku deh yang minta maaf karena udah nyulik kamu seenaknya, hehe..." jelas Dona cengengesan.

"Donaat, donaat... Baru kali ini ada penculik minta maaf," celetuk Melky dan mereka pun tertawa.

Dirumah Melky, sang mama seperti sedang mencari sesuatu dikamar anaknya itu.

"Duuhh... Mana sih selotipnya. Nih anak kalo udah make pasti lupa ngembaliin," mama Melky ngedumel.

Saat sang mama membuka laci meja, beliau menemukan amplop dan terbaca tulisan di amplop tersebut, kemudian membukanya, "Ya ampun Melky, kenapa berita bahagia gini dia sembunyikan?" ungkapnya dengan tangis haru berbalut heran. Surat itu lantas dibawa sang mama.

Malamnya, mama dan Melky asyik menonton tv, tepatnya acara berita. Karena memang mereka berdua sangat anti dengan sinetron.

"Melky, kamu udah tentuin mau kuliah dimana?" tanya mama Melky, mencoba memastikan maksud dari sang anak menyembunyikan surat itu.

Melky berpikir sejenak, "Hmm... Belum tau sih ma. Tapi yang jelas aku nggak bakal jauh dari mama, hehe..." jelasnya singkat.

"Jadi karena itu kamu sembunyiin surat ini dari mama?" lanjut sang mama sambil menunjukkan surat tersebut.

"Lho... Mama... Kok surat itu bisa ada sama mama?" tanya Melky heran.

"Sayang, nggak ada orang tua didunia ini yang menolak anaknya untuk menjadi sukses. Orang tua akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya tanpa diminta. Toh selama ini mama kerja keras  juga untuk kamu. Karena itu juga salah satu pesan terakhir papa kamu sbelum meninggal. Mama bahagia kalau kamu juga bahagia nak. Jadi apapun itu, pilih sesuai kemauanmu. Bukan karena orang lain, tapi karena kamu yakin," jelas sang mama.

Melky tertunduk, "Tapi aku pengen jagain mama," ungkapnya.

"Apa kamu nggak yakin sama ini? Sayang lho kalau dilewatin. Kamu kan udah susah payah buat dapetin ini semua. Ya terserah kamu sih. Intinya kamu tetep bisa jagain mama walau jarak memisahkan. Jaman udah canggih sayang," ujar sang mama yang sedikit melirik Melky.

Melky lalu tersenyum dan memeluk erat sang mama, "Aku janji, nggak bakal ngecewain mama," ungkapnya dengan penuh keyakinan.

"Mama yakin kok sama kamu. Dan mendingan ya kamu itu jagain Dona . Yaudah gih sana kasih tau Dona. Pasti dia seneng deh denger kamu juga daftar di universitas yang sama," mama Melky seakan telah mengetahui bahwa Dona juga mendapat surat tersebut.

"Oo.. Berarti tadi itu mama sekongkol ya sama Dona. Memang akting mama jago banget," ujar Melky dan lagi mendaratkan pelukan untuk sang mama.

Mama Melky tertawa, "Malah mama yang nyuruh dia buat nyulik kamu," ungkap sang mama.

"Kalau gitu gantian aku bakal culik dia sekarang, haha... Daa mama..." pamit Melky dan bergegas menuju rumah Dona.

"Ting nung ting nung ting nung"

"Duuh... Siapa sih? Iyaa iyaa bentaar..." teriak Dona kesal mendengar ada yang memainkan bel pintu rumahnya.

Dibalik pintu, Melky sudah bersiap memperlihatkan surat pernyataan kelulusannya.

Sontak Dona sangat terkejut melihatnya, "Susu? Kamu ternyata... Aaaa... Aku seneng aku seneng..."  teriak bahagia Dona dengan memeluk Melky sambil me gajaknya berputar.

Namun seketika mereka berhenti berputar, "Bentar bentar deh, kamu kapan daftarnya? Kok aku nggak tau? Kamu daftar diem-diem ya? Kok bisa nggak cerita ke aku sih?" tanya Dona beruntun.

Melky tersenyum, "Iseng aja sebenernya. Dan ternyata aku lulus. Jadi deh jagain gadis super jahil ini disana nanti," ungkapnya menggombal.

Dona tersipu, "Serius nih mau jagain aku? Wah, asik dong punya bodyguard pribadi," sambungnya dengan ledekan.

"Tuh kan kumat jahilnya," ucap Melky sambil mengacak-acak rambut Dona.

Enam bulan kemudian, mereka berdua lulus dengan nilai yang sangat memuaskan. Tak heran jika keduanya berhasil menerobos masuk ke University of Birmingham.

Post a Comment

Silahkan beri penilaian, kritik dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)

My Instagram

Made with by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates