Cat

01 May 2012

Cerpen: ke-PeDe-an


Dengan muka khas kelegaan setelah buang air di toilet disalah satu tempat karaoke ternama dikotanya,  Joni, begitu biasa ia disapa, secara sengaja dan bukan kebetulan, pandangannya menangkap sesosok wanita bertubuh kutilang dara (kurus, tinggi, langsing, dada rata) sedang berdiri dilorong yang tak begitu jauh dari toilet dan tanpa Joni sadari wanita itu juga memandanginya whitebuddyemoticon


Tak berpikir lama dan dengan sangat PeDe-nya Joni pun mendatangi wanita itu.

“Mba, kenapa senyum-senyum sendiri? Mending senyumnya dikasih ke saya aja, dari pada mubajir gitu. Saya ikhlas kok nerimanya dengan lapang dada dan kerendahan hati whitebuddyemoticon ”, ujarnya sok ngegombal.

Wanita itu masih tersenyum dan cengar-cengir menampakkan gigi putihnya.

“Mau karaoke ya mba?”, tanyanya dengan wajah sok gantengnya itu.

“Ya iyalah, namanya juga tempat karaoke, gak mungkinkan mau ngirim surat, emangnya kantor pos”, batin wanita itu ngedumel. “Iya”, lalu jawabnya singkat.

“Lantas, sedang apa berdiri sendirian disini? Atau mba ini sengaja lagi nungguin saya?”, serunya dengan candaannya yang super garing.

Wanita itu malah makin tersenyum plus nyengir-nyengir.

“Umm.. Btw, seneng karaokean ya mba?”, tanyanya lagi.

“Lumayan”, lagi-lagi dijawab singkat.

“Memang biasanya suka karaokean disini ya mba?”, lagi-lagi ia bertanya.

Dengan masih tersenyum, wanita itu menjawab, “Iya Mas”.

“Aduuh..”, ujarnya sambil menepukkan tangan kejidatnya yang luas itu.

“Kenapa mas?”.

“Hampir lupa. Kenalin, nama saya Joni. Panggil aja mas Joni”, serunya memperkenalkan diri 

Sang wanita pun menyambut jabatan tangan Joni, “Dona”.

“Waww.. Nama yang sungguh indah, bagus dan menarik juga sangat cocok disandingkan dengan nama mas, ntar jadinya JoDo. Tinggal tambahin huruf ‘H’ aja jadinya JoDoh deh”, ujarnya semakin mengada-ada khayalannya. whitebuddyemoticon

“Maksa banget sih ini orang! Mending kalau cakep, ini engga ada cakep-cakepnya sama sekali, diliat dari sisi manapun! Dan kalau digimana-gimanain pun pasti bakalan sama aja, makin hancur malah!”, dalam hati Dona bergemuruh kesal, ibaratkan cewek yang sedang galau-galaunya lalu habis-habisan mengomel dihadapan foto sang mantan pacar karena baru saja diputusin.

Dona hanya tersenyum simple. Namun, dibalik kesimpelan senyumnya itu sedari tadi telah tersirat kekesalan yang dibalut dengan kejengkelan terhadap kehadiran pria berwajah lumayan itu, lumayan hancurnya. 

Joni terus melontarkan pertanyaan demi pertanyaan yang baginya sangatlah penting sepenting-pentingnya dan lebih penting dari apapun whitebuddyemoticon . Namun tidak bagi Dona, bahkan gombalan-gombalannya pun sangat-sangatlah garing menurutnya.

“Jam berapa masuk ke room?”, tanyanya dengan gaya yang sok cool.

“Sebentar lagi”, jawab Dona sambil melihat jam imut yang melingkar dipergelangan tangannya.

“Masa sih karaoke cuma sendirian aja. Mana seru, kan gak lucu kalau harus joged-joged sendirian. Karaokean bareng mas aja yuk, biar rame dan joged bareng nanti”, ajaknya dengan wajah sedikit memelas.

“Engga mas. Saya lagi nunggu seseorang”, ujarnya.

“Ah, si mba bisa aja. Pasti seseorang itu saya kan? Ngaku aja deh mbaa..”, seru Joni yang ke-GeeR-an abis bis bis.

“Hmm.. Ah, si mas ke-PeDe-an banget deh. Tuh dia orangnya yang baruu aja keluar dari toilet”, serunya sambil menuunjuk seorang pria berbadan tinggi dan lumayan kekar.

Saat Joni melihat pria itu, wajah Joni yang tadinya lumayan hancur seketika berubah menjadi semakin hancur dan dibubuhi dengan kepucatan yang tiba-tiba menyerang wajahnya whitebuddyemoticon

“Masih mau karaokean bareng mas?”, tanya Dona yang sebenarnya adalah sebuah pertanyaan ancaman.

Joni tersenyum ketakutan dan menggeleng, “Engga mba, makasih.. Makasih”. whitebuddyemoticon

Sesaat setelah wanita itu berjalan membelakangi Joni, tiba-tiba dia menoleh kearah Joni dan berteriak memanggilnya, “Mas Joni! Lain kali pastikan dulu, itu restleting udah kekancing apa belum”, disertai cekikiannya dan kemudian berlalu.

Setelah melihat keadaan restletingnya, “MAMPUS! MATI AKU!”, Joni mendadak linglung, bingung, celingak-celinguk, seakan lupa kemana arah toilet pria. whitebuddyemoticon

“Pantas saja sedari tadi wanita itu senyum-senyum plus nyengir-nyengir tak menentu., aku kira memang ingin berkenalan atau naksir aku, ternyata eh ternyata. whitebuddyemoticonAh.. Nasiib nasib”. 

Obrolan singkat yang memalukan itu pun telah menyadarkan Joni sesadar-sadarnya dan terpetiklah sebuah pesan dari Mas Joni, whitebuddyemoticon "bahwa setiap kali keluar dari toilet tak peduli berapa ratus juta kali dan dimana pun keberadaannya, harus, kudu, wajib dan selalu memeriksa keadaan kita terlebih dahulu dengan sedetail-detail dan secermat-cermatnya".

10 comments:

Silahkan beri penilaian, masukan dan saran yang membangun. Mohon tidak menyertakan link aktif atau komentar spam. Terima kasih :)